PEKANBARU, [Gaperta.id] – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) siap siaga terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) baik di Wilayah Operasi maupun masyarakat sekitar di tengah puncak musim kemarau. Dukungan PHR dalam penanganan ancaman Karhutla dilakukan melalui pemadaman kebakaran di beberapa titik di sekitar wilayah operasi.
Dalam satu bulan terakhir, PHR menyiagakan tim Pemadam Kebakaran untuk dukungan operasional Perusahaan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasi. Sebanyak 14 kali tim Pemadam Kebakaran PHR melakukan pemadaman Karhutla yang berasal dari laporan masyarakat.
Laporan dari masyarakat serta stakeholders di sekitar wilayah operasi berhasil direspon dengan baik oleh tim Pemadam Kebakaran PHR. ”Komitmen PHR dalam penanganan Karhutla dengan menerjunkan tim Pemadam Kebakaran untuk melakukan pemadaman baik itu untuk internal maupun masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ucap Andre Wijanarko General Manager Zona Rokan.
Pemadaman Karhutla yang dilakukan oleh tim Pemadam Kebakaran PHR tersebar di beberapa lokasi di antaranya, Perumahan Bukit Permata Sari, Rumbai (9/8), Jalan Rangau (14/8), Mandau, Jl. Sidorukun Ujung, Payung Sekaki (24/8), Jalan Rangau KM 7, Mandau (25/8) . Sebagian besar laporan masyarakat yang diterima oleh tim Pemadam Kebakaran PHR berupa kebakaran di lahan semak kering.
Sejumlah titik api yang juga berada di sekitar fasilitas operasi membutuhkan kecepatan respons tim Pemadam Kebakaran guna mencegah api mendekat ke fasilitas yang dapat menimbulkan dampak gangguan operasi. ”Kecepatan respons tim Pemadam Kebakaran dalam menangani Karhutla menjadi komitmen dalam memberikan rasa aman bagi Perusahaan maupun Masyarakat sekitar wilayah operasi,” ujar Andre.
# # # # # #
Tentang PHR Zona Rokan
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.
Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.














