Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Regional

Patung Sultan Thaha di Jambi Dipasangi Masker dan Pesan Darurat

Avatar photo
99
×

Patung Sultan Thaha di Jambi Dipasangi Masker dan Pesan Darurat

Sebarkan artikel ini

JAMBI, [Gaperta.id] – Pemandangan tak biasa menghiasi kawasan ruang publik di Jambi dan mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Patung pahlawan nasional Sultan Thaha Saifuddin terlihat “dikenakan” masker di bagian wajahnya serta membawakan selembar kertas berisi pesan kritik sosial terkait bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah tersebut.

Aksi kreatif sekaligus sarat makna ini langsung mencuri perhatian warga yang melintas serta netizen. Pada bagian wajah patung berbahan perunggu tersebut, terpasang masker medis berwarna hijau. Sementara itu, di bagian depan tubuhnya terbentang kertas putih bertuliskan ungkapan bahasa lokal Jambi: “Oyy Ris Saro Nian Ngirup Asap Karhutla Nii. Tolonglah…” yang berarti keluhan mendalam atas rasa sesak dan sengsara akibat terus-menerus menghirup udara tercemar kabut asap.

Jangan Lewatkan :  SAFETY TALK PELINDO MULTI TERMINAL Tingkatkan Implementasi K3 Di Pelabuhan

Pesan tersebut dialamatkan secara implisit kepada pemangku kebijakan, termasuk Gubernur Jambi Al Haris (yang disapa akrab dengan sebutan “Bang Ris”), agar langkah konkret penanganan krisis udara segera direalisasikan.

Jangan Lewatkan :  Perjuangan Warga Jalan Sudirman Dumai Terdampak Surat Kemenkeu, DJKN Minta Bukti Klaim BMN PT PHR

Aksi yang diduga dilakukan oleh kelompok warga atau aktivis lingkungan ini dinilai sebagai bentuk kejenuhan masyarakat atas bencana ekologis tahunan yang tak kunjung terselesaikan secara tuntas.

Dipilihnya sosok Sultan Thaha sebagai media penyampaian pesan bukanlah tanpa alasan. Sebagai simbol keberanian dan perjuangan rakyat Jambi, figur patung tersebut seolah mewakili suara seluruh warga yang kini harus bertahan hidup di tengah kepungan asap pekat.

Jangan Lewatkan :  Bakal Calon Wako H Paisal dan Balon Wawako Sugiarto 2025-2030 Resmi Didukung Tim Laskar Pemenangan

Penggunaan bahasa daerah padatulisan tersebut semakin mempertegas bahwa kondisi ini sudah berada pada taraf yang sangat mengkhawatirkan dan menyentuh rakyat kecil.

Sejumlah warga berharap pesan simbolis ini tidak sekadar menjadi fenomena viral semata, melainkan benar-benar membuka mata pemerintah daerah maupun pusat untuk memperketat pengawasan, menindak tegas para pelaku pembakar lahan, serta mengerahkan segenap sumber daya demi memulihkan kualitas udara di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.