Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
RegionalTNI/POLRI

DPD APPSI Batang Hari Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pedagang dan Gerakkan Ekonomi Pasar Rakyat

Avatar photo
214
×

DPD APPSI Batang Hari Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pedagang dan Gerakkan Ekonomi Pasar Rakyat

Sebarkan artikel ini

BATANG HARI, [Gaperta.id] — Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kabupaten Batang Hari resmi dilantik, Selasa (22/9/2026).

Kepengurusan DPD APPSI Batang Hari dipimpin Eso Pamenan sebagai ketua. Pelantikan tersebut menjadi awal bagi organisasi untuk memperkuat posisi pedagang pasar sekaligus membangun komunikasi yang lebih efektif dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Ketua DPW APPSI Provinsi Jambi, Ari Budhi Pratiwi (Riri), menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Menurutnya, keberadaan APPSI tidak cukup hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi harus menghadirkan manfaat konkret bagi pedagang.

“APPSI harus hadir untuk memajukan pedagang pasar. Kita ingin membangun sinergi dengan pemerintah daerah, pengelola pasar dan seluruh stakeholder agar berbagai persoalan yang dihadapi pedagang dapat dicarikan solusi bersama,” ujar Riri.

Ia mengatakan berbagai persoalan di pasar membutuhkan komunikasi dan koordinasi lintas sektor, mulai dari keamanan, parkir, fluktuasi harga, ketersediaan kebutuhan pokok hingga akses pedagang terhadap komoditas dengan harga yang lebih terjangkau.

Dorong Kerja Sama dan Penguatan Organisasi

Riri juga membuka peluang penguatan kerja sama APPSI dengan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog, terutama untuk memperluas akses pedagang terhadap komoditas pangan seperti beras SPHP dan gula.

Namun, peluang tersebut, menurutnya, harus diikuti kesiapan organisasi dari sisi administrasi, pendataan hingga komunikasi dengan pedagang.

“Peluang kerja sama itu ada. Tinggal bagaimana teman-teman di daerah mempersiapkan administrasi, membangun komunikasi dan memastikan pedagang yang membutuhkan bisa mengaksesnya,” katanya.

Selain itu, APPSI Batang Hari didorong membentuk jaringan organisasi hingga tingkat komisariat di pasar-pasar.

Jangan Lewatkan :  Kodim 0209/Labuhanbatu Tangkap Pengedar Narkotika Jaringan Internasional

Penguatan struktur dinilai penting agar berbagai persoalan pedagang dapat dihimpun langsung dari lapangan dan kemudian dibawa ke ruang komunikasi dengan pemerintah maupun pihak terkait.

“Struktur harus diperkuat, jaringan harus dibangun. APPSI harus mampu menjemput peluang, menjalankan program pemberdayaan, memperkuat advokasi, membuka akses permodalan dan mendorong modernisasi jaringan perdagangan,” ujar Riri.

Eso Pamenan: Pedagang Paling Tahu Denyut Pasar

Ketua DPD APPSI Batang Hari, Eso Pamenan, mengatakan pembentukan kepengurusan berangkat dari berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para pedagang.

Mulai dari keamanan pasar, kondisi pasar yang dinilai semakin sepi, perubahan pola belanja masyarakat, distribusi barang hingga akses terhadap peluang ekonomi.

“Saya tidak berdiri di sini karena merasa paling tahu tentang pasar. Pedaganglah yang paling tahu bagaimana denyut pasar setiap hari. Tugas kami adalah mendengar suara itu, menyampaikannya, dan kalau memungkinkan ikut mencarikan jalan keluarnya,” kata Eso.

Ia mencontohkan kondisi Pasar Kramat Tinggi Muara Bulian, di mana persoalan keamanan menjadi salah satu keluhan pedagang.

Seorang pedagang, menurut Eso, bahkan pernah menyampaikan keluhan dengan bahasa sehari-hari:

“Kini ko, jangankan tabung gas 3 kilo, kerupuk be diembat jugo.”

Bagi Eso, persoalan keamanan perlu mendapat perhatian karena berhubungan langsung dengan rasa nyaman pedagang maupun masyarakat yang datang berbelanja.

Pasar Sepi Harus Dicari Akar Masalahnya

Selain persoalan keamanan, Eso juga menyoroti berkurangnya angkutan kota dan ojek, berkembangnya pasar-pasar kecil di sekitar permukiman serta perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa berbelanja secara daring.

Jangan Lewatkan :  Inilah Kinerja Kejaksaan Negeri Dumai Sepanjang Tahun, Simak!!

“Kita tidak cukup hanya mengatakan pasar sedang sepi. Kita harus bertanya, mengapa pasar sepi dan apa yang bisa kita lakukan?” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief sebelum pelantikan.

Menurut Eso, Bupati mendorong APPSI agar tidak hanya menunggu program dari pemerintah, tetapi mampu melahirkan terobosan yang memberikan manfaat langsung kepada pedagang.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah panjangnya rantai distribusi komoditas pertanian.

Eso mencontohkan sayuran yang berasal dari kebun di Muara Bulian, namun harus terlebih dahulu masuk ke pengepul di Jambi sebelum akhirnya kembali dipasarkan kepada pedagang di Pasar Kramat Tinggi.

“Kalau rantai itu bisa diputus melalui APPSI, banyak yang akan terbantu dan uang bisa terus berputar di Batang Hari,” kata Eso.

Karena itu, ke depan APPSI Batang Hari tidak hanya diarahkan menjadi wadah advokasi, tetapi juga diharapkan membuka peluang kemitraan, mempertemukan produsen dengan pedagang, memperpendek rantai distribusi serta memperkuat perputaran ekonomi lokal.

Pemerintah Harapkan APPSI Jadi Jembatan Komunikasi

Pemerintah Kabupaten Batang Hari menyambut baik terbentuknya kepengurusan DPD APPSI.

Asisten III Setda Batang Hari, Asri Yonalsyah, A.P., M.E., yang mewakili Bupati Batang Hari, mengatakan APPSI diharapkan mampu berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, dinas teknis dan pedagang.

Menurutnya, dalam pelaksanaan kebijakan terkadang terdapat perbedaan pemahaman antara bahasa teknis pemerintah dengan kondisi yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Jangan Lewatkan :  Kapolsek Pancurbatu Sambangi Kantor PP

Karena itu, keberadaan APPSI diharapkan dapat membantu menyampaikan kebijakan pemerintah kepada pedagang sekaligus menjadi kanal untuk membawa aspirasi dan persoalan pasar kepada pemerintah.

Asri juga mengingatkan pentingnya memastikan informasi mengenai harga maupun kondisi pasar terlebih dahulu diverifikasi sebelum dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan.

“Intinya bagaimana komunikasi teknis dengan lapangan bisa berjalan dengan baik, sehingga kebijakan yang dibuat pemerintah dapat dipahami dan dilaksanakan masyarakat,” ujarnya.

“Bangun APPSI dari Suara Pasar”

Eso mengatakan pembentukan komisariat APPSI di sejumlah pasar di Kabupaten Batang Hari masih terus dipersiapkan.

Menurutnya, pengembangan struktur organisasi tidak semata-mata mengejar jumlah kepengurusan, tetapi harus lahir dari kebutuhan nyata para pedagang.

“Kami tidak ingin membangun organisasi dari balik meja. Kami ingin membangun APPSI dari suara yang terdengar langsung dari pasar,” tegasnya.

Pelantikan DPD APPSI Batang Hari berlangsung sederhana tanpa rangkaian seremoni berlebihan.

Bagi Eso, kesederhanaan tersebut menjadi pesan bahwa pelantikan bukan tujuan akhir, melainkan titik awal perjalanan organisasi.

“Tidak banyak yang perlu dirayakan hari ini. Sebab perjalanan kita justru baru dimulai. Hari ini bukan garis akhir, hari ini adalah titik awal,” ujarnya.

Ia berharap APPSI Batang Hari dapat bekerja bersama pemerintah daerah, pedagang dan seluruh pemangku kepentingan untuk menggerakkan kembali ekonomi pasar rakyat.

“Ketika pedagang kuat, pasar bergerak. Ketika pasar bergerak, ekonomi masyarakat ikut bergerak. Dan ketika ekonomi masyarakat tumbuh, Batang Hari ikut tumbuh,” pungkas Eso.