RANTAUPRAPAT, [Gaperta.id] — Pendidikan kepada generasi muda tidak selalu harus berhenti pada pelajaran di ruang kelas. Ada pengetahuan yang mungkin suatu hari justru menentukan keselamatan diri sendiri maupun nyawa orang lain.
Pesan itulah yang tergambar dalam kegiatan sosialisasi yang diikuti para pengurus OSIS dari 12 SMA/SMK di Kabupaten Labuhanbatu, yang berlangsung di Aula RSUD Rantauprapat, Selasa (29/9/2026).
Para pelajar tidak hanya diajak memahami aturan berkendara. Mereka juga diperkenalkan dengan tugas dan fungsi Jasa Raharja, prinsip keselamatan berlalu lintas, langkah pertolongan pertama dalam kondisi gawat darurat, hingga manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Empat bidang tersebut dipadukan menjadi satu rangkaian edukasi yang memiliki benang merah: keselamatan, pertolongan, perlindungan, dan kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan menghadirkan Septian Jonatan dari Jasa Raharja, IPDA Beny AZ yang menyampaikan materi safety riding, Nyoto Parmono sebagai pemateri Pelaksanaan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), serta Buara Pranata Ginting yang memberikan pemahaman mengenai manfaat JKN BPJS Kesehatan.
Pelajar Dikenalkan Peran Jasa Raharja
Dalam sesi mengenai tugas dan fungsi Jasa Raharja, Septian Jonatan memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai keberadaan Jasa Raharja dalam sistem perlindungan dasar bagi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas.
Bagi para pelajar, materi tersebut menjadi penting karena kelompok usia sekolah merupakan salah satu bagian masyarakat yang dekat dengan aktivitas berlalu lintas, baik sebagai pengendara maupun penumpang kendaraan.
Pemahaman mengenai perlindungan kecelakaan diharapkan membuat mereka tidak hanya mengetahui keberadaan Jasa Raharja sebagai institusi, tetapi memahami bahwa keselamatan di jalan memiliki dimensi tanggung jawab sosial dan hukum.

IPDA Beny AZ Tekankan Safety Riding
Materi berikutnya membawa para peserta kepada persoalan yang mereka jumpai hampir setiap hari: keselamatan berkendara.
Melalui materi safety riding, IPDA Beny AZ memberikan edukasi mengenai pentingnya perilaku berkendara yang aman dan disiplin.
Keselamatan berlalu lintas tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan mengendalikan kendaraan. Sikap pengendara, kepatuhan terhadap aturan, penggunaan perlengkapan keselamatan dan kesadaran terhadap risiko menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Bagi pelajar, edukasi tersebut mempunyai arti tersendiri. Di usia ketika mobilitas mulai semakin tinggi, keberanian berkendara harus berjalan beriringan dengan kematangan dalam mengambil keputusan.
Sebab sebuah keputusan yang keliru di jalan raya hanya membutuhkan hitungan detik untuk mengubah perjalanan biasa menjadi sebuah musibah.
Belajar Bertindak Saat Nyawa Berada dalam Kondisi Darurat
Suasana kegiatan menjadi semakin menarik ketika peserta memasuki materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang disampaikan Nyoto Parmono.
Materi tidak berhenti pada teori.
Para peserta diperkenalkan dengan langkah-langkah dasar menghadapi kondisi kegawatdaruratan, termasuk bagaimana memberikan pertolongan ketika seseorang membutuhkan respons cepat sebelum memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Dalam salah satu sesi praktik, peserta diperlihatkan simulasi penanganan keadaan darurat dan tindakan bantuan hidup dasar.

Di sinilah kegiatan tersebut menemukan makna yang lebih dalam.
Seseorang mungkin tidak pernah merencanakan akan berada di lokasi kecelakaan, melihat temannya tiba-tiba tidak sadarkan diri, atau berhadapan dengan seseorang yang membutuhkan pertolongan segera. Namun ketika keadaan itu datang, pengetahuan dasar yang dimiliki dapat menjadi sangat berarti.
Karena dalam kondisi tertentu, beberapa menit pertama bukan sekadar waktu menunggu bantuan datang. Beberapa menit pertama bisa menjadi kesempatan mempertahankan kehidupan.

Mengenal JKN Sebelum Membutuhkannya
Selain keselamatan dan penanganan keadaan darurat, peserta juga memperoleh edukasi mengenai manfaat Program JKN BPJS Kesehatan yang disampaikan Buara Pranata Ginting.
Pemahaman mengenai JKN menjadi bagian penting karena pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan proses pengobatan, tetapi juga dengan pengetahuan masyarakat mengenai hak, kewajiban serta mekanisme mendapatkan pelayanan kesehatan.
Bagi pelajar, pengenalan tersebut menjadi investasi pengetahuan sejak dini. Mereka diharapkan mampu memahami sistem jaminan kesehatan, sekaligus meneruskan informasi yang diperoleh kepada keluarga maupun lingkungan di sekitarnya.
OSIS Diharapkan Menjadi Penyambung Pesan
Dipilihnya para pengurus OSIS dari 12 SMA/SMK memiliki nilai strategis.
Sebagai bagian dari organisasi siswa di sekolah, mereka mempunyai ruang untuk menyampaikan kembali pesan keselamatan kepada teman sebaya. Pengetahuan yang diterima dalam kegiatan tersebut tidak harus berhenti ketika peserta meninggalkan Aula RSUD Rantauprapat.
Justru manfaat terbesar akan muncul ketika pelajar mampu membawa pulang pengetahuan tersebut, membicarakannya di sekolah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dari satu peserta kepada temannya. Dari satu sekolah kepada lingkungan yang lebih luas.
Dengan cara demikian, pendidikan keselamatan dapat tumbuh bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya di kalangan generasi muda.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa membangun generasi yang sehat dan selamat membutuhkan kerja bersama banyak pihak.
Jasa Raharja berbicara tentang perlindungan. Kepolisian mengingatkan pencegahan kecelakaan. Tenaga kesehatan mengajarkan bagaimana bertindak ketika keadaan darurat terjadi. BPJS Kesehatan memberikan pemahaman mengenai jaminan pelayanan kesehatan.
Keempatnya bertemu pada satu tujuan yang sama: melindungi manusia.
Dan bagi para pelajar yang hadir hari itu, mungkin tidak semua materi akan langsung mereka gunakan esok hari.
Namun ketika suatu saat pengetahuan tersebut dibutuhkan, mereka tidak lagi sepenuhnya menjadi penonton ketika sebuah keadaan darurat terjadi.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas atau tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan pengetahuan dan kepedulian setiap orang. Dengan memahami keselamatan berkendara, pertolongan pertama, perlindungan kecelakaan, serta manfaat jaminan kesehatan, para pelajar diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi yang lebih tanggap, peduli dan bertanggung jawab.

Sebab pengetahuan yang diberikan hari ini mungkin belum dibutuhkan sekarang. Namun ketika suatu saat keadaan darurat datang tanpa diduga, mereka tidak lagi hanya berdiri sebagai penonton.
Mereka telah dibekali untuk tahu apa yang harus dilakukan.














