Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Nasional

Jondriali: Pancasila Jangan Berhenti Sebagai Slogan, Harus Hidup dalam Sikap dan Perbuatan

Avatar photo
224
×

Jondriali: Pancasila Jangan Berhenti Sebagai Slogan, Harus Hidup dalam Sikap dan Perbuatan

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Hari Kesaktian Pancasila, Jondriali Ajak Generasi Muda Kerinci Tumbuh Berkarakter dan Berintegritas.

KERINCI, [Gaperta.id] — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026, tidak semestinya berhenti pada seremoni dan rangkaian kata-kata penghormatan. Di tengah perubahan zaman dan derasnya arus informasi, nilai Pancasila dinilai semakin penting diterjemahkan dalam sikap nyata—mulai dari menjaga persatuan, menghargai perbedaan hingga membangun kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris DPRD Kabupaten Kerinci, Jondriali, SE., M.Si., dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026).

Peringatan tahun ini secara nasional mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi bagian dari pedoman resmi penyelenggaraan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026.

Bagi Jondriali, momentum 1 Oktober memiliki makna lebih luas dari sekadar mengenang perjalanan sejarah bangsa. Peringatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana nilai-nilai Pancasila hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman bagi kita dalam menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan membangun Indonesia yang lebih baik,” ujar Jondriali.

Jangan Lewatkan :  Guna Memperkuat Pasar Tradisional Appsindo Gelar Diskusi Publik Untuk Mencari Terobosan di Era Digitalisasi

Menurutnya, persatuan tidak lahir hanya melalui slogan. Persatuan harus dibangun melalui kesediaan masyarakat untuk hidup berdampingan, menghormati perbedaan pandangan dan menjaga semangat gotong royong.

Pesan itu, lanjutnya, menjadi semakin penting untuk ditanamkan kepada generasi muda. Sebab merekalah yang kelak akan meneruskan perjalanan pembangunan, baik di Kabupaten Kerinci maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jondriali secara khusus mendorong anak-anak muda agar tidak takut memiliki cita-cita besar. Namun, ia mengingatkan bahwa kecerdasan dan prestasi perlu berjalan beriringan dengan karakter, kejujuran serta tanggung jawab.

“Generasi muda adalah penerus bangsa. Teruslah belajar, berani bermimpi, bekerja keras, menjunjung tinggi kejujuran, dan jangan mudah menyerah menghadapi tantangan. Jadilah generasi yang berkarakter, berprestasi, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” pesannya.

Jangan Lewatkan :  Rahman Toha Pimpin Konsolidasi dan Silahturahmi KA KAMMI

Menurut Jondriali, pembangunan sebuah daerah tidak cukup hanya dilihat dari berdirinya gedung, terbukanya jalan atau bertambahnya berbagai fasilitas publik.

Di balik pembangunan fisik, terdapat unsur yang jauh lebih menentukan keberlanjutan sebuah daerah, yakni kualitas manusianya.

Sumber daya manusia yang berilmu tetapi tidak memiliki integritas, menurut pesan yang disampaikannya, akan sulit menjadi fondasi pembangunan yang kokoh. Sebaliknya, karakter, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama dan rasa tanggung jawab perlu terus ditanamkan sejak generasi muda.

Karena itu, Hari Kesaktian Pancasila dapat dijadikan ruang refleksi bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh apa yang dibangun hari ini, tetapi juga oleh generasi seperti apa yang sedang dipersiapkan untuk hari esok.

Jondriali berharap anak muda Kerinci mampu mengambil peran lebih besar di tengah perkembangan zaman—baik melalui pendidikan, dunia usaha, teknologi, sosial kemasyarakatan maupun bidang-bidang lain sesuai kemampuan masing-masing.

Jangan Lewatkan :  PAD Meningkat 20 Persen, Kadishub Apresiasi Juru Parkir di Kota Dumai

Di sisi lain, kemajuan teknologi dan derasnya informasi juga menuntut generasi muda memiliki kemampuan memilah informasi, berpikir kritis serta tidak mudah terseret pada hal-hal yang dapat memecah persaudaraan.

Semangat Pancasila, menurutnya, dapat menjadi salah satu pijakan moral untuk menjaga kebersamaan tersebut.

“Mari kita rawat persatuan, kuatkan gotong royong, dan jadikan semangat Pancasila sebagai pijakan untuk melangkah menuju masa depan yang lebih maju,” tutup Jondriali.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang masa lalu. Lebih dari itu, momentum tersebut dapat menjadi pengingat mengenai tanggung jawab hari ini: menjaga persatuan sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu membawa Indonesia melangkah ke masa depan.

Seperti pesan yang disampaikan Sekretariat DPRD Kabupaten Kerinci:

“Bangsa yang kuat lahir dari generasi yang berkarakter, berilmu, berintegritas, dan tidak pernah berhenti bermimpi untuk masa depan.”