MEDAN, [Gaperta.id] – Kepemimpinan baru di Kepolisian Daerah Sumatera Utara diawali dengan perpaduan penghormatan adat, semangat kebersamaan, dan pesan kuat tentang tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat.
Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengawali pelaksanaan tugasnya sebagai Kapolda Sumatera Utara dengan penyambutan yang berlangsung penuh kehormatan di Markas Polda Sumut, Kamis (8/10/2026).
Namun, di balik kemeriahan prosesi penyambutan tersebut, tersimpan pesan yang jauh lebih penting: kehadiran seorang pemimpin kepolisian tidak cukup hanya diukur dari jabatan dan kewenangan, melainkan dari kemampuannya membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang tulus, kepemimpinan berintegritas, serta keberanian melakukan pembenahan internal.
Disambut Tradisi Adat Melayu dan Batak
Kedatangan Irjen Pol Sonny Irawan disambut dengan rangkaian prosesi adat yang mencerminkan kekayaan budaya dan penghormatan masyarakat Sumatera Utara terhadap tamu serta pemimpin yang mengemban amanah baru.
Pengalungan bunga dan pemberian ulos menjadi bagian dari prosesi penyambutan, dilengkapi pertunjukan tarian tradisional Melayu dan Batak.
Tradisi tersebut menghadirkan suasana penuh keakraban sekaligus mencerminkan nilai penghormatan, persaudaraan, dan kebersamaan yang telah lama hidup dalam masyarakat Sumatera Utara.
Penyambutan dihadiri Wakapolda Sumut, para pejabat utama Polda Sumut, Kapolres jajaran, serta personel kepolisian.
Bagi jajaran Polda Sumut, momentum ini menjadi awal perjalanan kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memperkuat kesinambungan program kepolisian sekaligus menghadirkan perbaikan dalam berbagai aspek pelayanan publik.
Pesan Pertama Kapolda: Polisi Hadir untuk Melayani Masyarakat
Usai prosesi penyambutan, Irjen Pol Sonny Irawan langsung memimpin apel di Lapangan K.S. Tubun, Mapolda Sumut.
Di hadapan jajaran personel, ia menyampaikan sejumlah arahan penting yang menitikberatkan pada integritas, kedewasaan berorganisasi, soliditas internal, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Kapolda menekankan bahwa setiap personel Polri harus memahami hakikat pengabdian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Layani dengan tulus, dengan baik, karena kita hadir untuk melayani masyarakat,” tegas Irjen Pol Sonny.
Pesan tersebut menjadi penekanan penting dalam mengawali kepemimpinannya di Sumatera Utara.
Pelayanan kepolisian pada hakikatnya bukan sekadar pelaksanaan kewajiban administratif, tetapi juga mencakup sikap, kepedulian, kecepatan merespons persoalan warga, serta kemampuan memberikan kepastian dan rasa keadilan.
Masyarakat membutuhkan kehadiran polisi yang tidak hanya terlihat melalui patroli dan penegakan hukum, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya ketika menghadapi persoalan keamanan maupun membutuhkan perlindungan.
Integritas dan Evaluasi Kinerja Menjadi Perhatian
Tidak hanya menyoroti pelayanan publik, Kapolda Sumut juga mengingatkan pentingnya membangun organisasi kepolisian yang sehat melalui komunikasi terbuka, sikap saling menghargai, dan kedewasaan dalam menghadapi setiap persoalan internal.
Menurutnya, soliditas personel merupakan salah satu fondasi penting bagi keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian.
Namun, kebersamaan tersebut harus tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab serta evaluasi terhadap kinerja.
Kapolda menegaskan pentingnya melakukan evaluasi atas setiap pelaksanaan tugas. Tindakan tegas dapat diambil apabila diperlukan, dengan tetap menghargai setiap individu dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Penekanan ini menunjukkan bahwa pembenahan organisasi tidak hanya membutuhkan ketegasan seorang pemimpin, tetapi juga pendekatan yang adil, terukur, dan bertanggung jawab.
Dalam konteks pelayanan kepolisian, evaluasi menjadi instrumen penting untuk mengetahui keberhasilan program, mengidentifikasi kekurangan, serta memastikan bahwa pelaksanaan tugas benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bangun Kedekatan dengan Tokoh Agama, Adat, dan Masyarakat
Sumatera Utara dikenal sebagai daerah yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan karakteristik sosial.
Kondisi tersebut menuntut kepolisian membangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur masyarakat demi menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban.
Menyadari pentingnya hal itu, Irjen Pol Sonny Irawan mengajak seluruh jajaran Polda Sumut untuk memperkuat hubungan dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen sosial lainnya.
Komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan diharapkan mampu memperkecil kesalahpahaman, memperkuat kerja sama, serta membuka ruang penyelesaian berbagai persoalan secara lebih konstruktif.
Hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat juga menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik.
Sebab, keberhasilan menjaga keamanan tidak hanya bergantung pada kemampuan aparat melakukan penindakan, tetapi juga pada dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
Ingatkan Personel tentang Doa, Ikhtiar, dan Rasa Syukur
Di tengah arahannya mengenai disiplin dan profesionalisme, Irjen Pol Sonny juga menyampaikan pesan yang menyentuh sisi spiritual dan nilai kemanusiaan.
Ia mengingatkan seluruh personel agar tidak melupakan pentingnya berdoa, berusaha, serta mensyukuri setiap amanah yang diberikan.
“Rezeki itu sudah diatur oleh Tuhan. Tugas kita adalah berusaha, berikhtiar, berdoa dan bersyukur,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa perjalanan karier dan pengabdian tidak semata-mata ditentukan oleh ambisi pribadi, tetapi juga membutuhkan kesungguhan, ketekunan, kerendahan hati, serta kesadaran untuk menjalankan tanggung jawab dengan baik.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi landasan moral dalam membangun lingkungan kerja kepolisian yang lebih harmonis dan profesional.
Kepemimpinan Baru, Harapan Baru bagi Masyarakat Sumut
Pergantian kepemimpinan dalam sebuah institusi merupakan bagian dari dinamika organisasi.
Namun, bagi masyarakat, kehadiran pemimpin baru juga membawa harapan terhadap peningkatan kualitas pelayanan, profesionalisme aparat, serta penegakan hukum yang berkeadilan.
Karena itu, pesan integritas dan pelayanan yang disampaikan Kapolda Sumut dalam apel perdananya menjadi komitmen yang penting untuk diwujudkan melalui langkah nyata.
Keberhasilan kepemimpinan nantinya tidak hanya terlihat dari keberlangsungan program internal, tetapi juga dari kemampuan institusi menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat Sumatera Utara.
Mengakhiri arahannya, Irjen Pol Sonny Irawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat serta dukungan yang diberikan seluruh jajaran Polda Sumut.
Ia mengajak seluruh personel mempertahankan berbagai pencapaian positif yang telah dibangun sekaligus memperbaiki kekurangan yang masih ditemukan.
“Kita lanjutkan apa yang sudah baik, kita evaluasi apa yang masih kurang, dan bersama-sama kita bangun Polda Sumatera Utara agar semakin baik,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan arah kepemimpinannya: menjaga kesinambungan, membangun kebersamaan, dan mendorong perbaikan berkelanjutan.
Pada akhirnya, penghormatan terbaik bagi seorang pemimpin kepolisian bukan hanya sambutan meriah saat mengawali jabatan, melainkan kepercayaan masyarakat yang tumbuh dari pelayanan, keteladanan, dan keberanian menegakkan kebenaran.
Kini, harapan publik tertuju pada bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan menjadi kinerja nyata di seluruh wilayah hukum Polda Sumatera Utara.














