Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Nasional

Menata Hati dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Dumai Rutin Ikuti Pembinaan Kerohanian

Avatar photo
40
×

Menata Hati dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Dumai Rutin Ikuti Pembinaan Kerohanian

Sebarkan artikel ini

DUMAI, [Gaperta.id] – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membentuk pribadi yang lebih baik, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.

Dalam pelaksanaannya, Rutan Dumai menjalin kolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Sinergi ini diharapkan dapat menghadirkan pembinaan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan spiritual warga binaan.

Jangan Lewatkan :  PEMKAB Kerinci Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda, Mengusung Tema: "Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu."

Melalui keterlibatan Kemenag, pembinaan kerohanian diharapkan tidak hanya menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman agama, tetapi juga menjadi wadah penanaman nilai-nilai moral, pembentukan akhlak, serta penguatan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan Lewatkan :  Sinergi Bea Cukai dan Dunia Pendidikan Tumbuhkan Literasi Kepabeanan Sejak Dini

Suasana kegiatan berlangsung khidmat. Warga binaan mengikuti rangkaian pembinaan dengan tertib dan penuh perhatian. Materi keagamaan yang diberikan menjadi kesempatan bagi mereka untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat kesabaran, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Jangan Lewatkan :  Wakil Walikota Batam Hadiri Kegiatan ALPPIND, Amsakar: Terus Bangun Rasa Kepedulian dan Menebarkan Kebaik.

Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, melalui program pembinaan ini terus mendorong agar warga binaan memperoleh bekal spiritual dan moral selama menjalani masa pembinaan. Kolaborasi dengan Kemenag menjadi bentuk sinergi dalam mendukung proses pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan perilaku, tetapi juga pada penguatan mental dan spiritual.