BELAWAN, [Gaperta.id] – Aktivis Lintas 98 Sumatera Utara, Edison Marbun, menyoroti pernyataan Budi Arie Setiadi yang dalam sebuah potongan video menyebut “insting” bahwa situasi tertentu dinilainya tidak akan sampai 2029. Pernyataan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan beragam spekulasi di tengah masyarakat apabila tidak disertai penjelasan mengenai konteks yang dimaksud.
Potongan video tersebut beredar luas di media sosial dan memperlihatkan Budi Arie menyampaikan pernyataan di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Pak, insting saya ini kayaknya nggak sampai 2029,” demikian pernyataan Budi Arie sebagaimana terdengar dalam potongan video yang beredar.
Edison Marbun, Selasa (25/8/2026), mengatakan kalimat tersebut dapat menimbulkan berbagai penafsiran karena tidak menjelaskan secara spesifik apa yang dimaksud dengan “tidak sampai 2029”.
Menurut Edison, pernyataan seorang tokoh publik, terlebih yang pernah menduduki jabatan menteri, semestinya disampaikan secara jelas agar tidak memunculkan kegaduhan ataupun spekulasi mengenai kondisi politik nasional.
Ia juga mempertanyakan penggunaan istilah “insting” ketika membicarakan persoalan yang dapat ditafsirkan berkaitan dengan isu strategis negara.
“Kalau menyangkut persoalan strategis, masyarakat tentu ingin mengetahui apa dasar pernyataan tersebut, apakah berdasarkan data, analisis tertentu, atau hanya pandangan pribadi,” ujar Edison.
Edison juga menyesalkan berkembangnya berbagai interpretasi terhadap potongan video tersebut di media sosial. Menurutnya, penyebaran video tanpa konteks yang utuh dapat melahirkan narasi yang semakin jauh dari substansi pernyataan sebenarnya.
“Ketika konteksnya tidak dijelaskan secara lengkap, tafsir publik bisa berkembang ke mana-mana, termasuk dikaitkan dengan perubahan kekuasaan maupun konflik elite politik,” katanya.
Karena itu, Edison berharap setiap pernyataan mengenai situasi politik nasional disampaikan secara proporsional dan disertai penjelasan yang cukup agar masyarakat memperoleh informasi secara utuh.
Thomas Jefferson Tarigan Minta Pemerintah Perkuat Konsolidasi
Senada, Thomas Jefferson Tarigan, S.H., M.H., yang juga merupakan bagian dari Aktivis Lintas 98 Sumut, turut menanggapi pernyataan Budi Arie dalam forum relawan pendukung Joko Widodo tersebut.
Thomas menilai pemerintah perlu mencermati dinamika yang berkembang di kalangan kelompok pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia menduga terdapat dinamika di antara sebagian kelompok relawan yang berpotensi mengganggu konsolidasi dukungan terhadap pemerintahan. Namun, dugaan tersebut merupakan penilaian Thomas dan belum disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen.
Menurut Thomas, pemerintah sebaiknya melakukan pemetaan serta konsolidasi terhadap kelompok-kelompok pendukung yang dinilai memiliki posisi strategis maupun taktis dalam mengawal program pemerintah hingga 2029.
“Pemerintahan Prabowo perlu memetakan dan mengonsolidasikan kembali mana kawan strategis dan mana kawan taktis untuk mengawal program-program strategis Presiden hingga 2029,” ujar Thomas.
Ia juga mendorong adanya evaluasi internal untuk memastikan dukungan terhadap program pemerintah tetap solid dan tidak terganggu oleh dinamika politik yang berkembang.
“Segera lakukan evaluasi dan konsolidasi internal untuk memastikan masing-masing pihak dapat menjalankan perannya dalam mengawal program-program strategis serta memperkuat pemerintahan Prabowo-Gibran sampai 2029,” pungkas Thomas Jefferson Tarigan.














