Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Peristiwa

Banjir Berhari-hari Rendam Permukiman, Warga Medan Marelan dan Hamparan Perak Menanti Solusi Pemerintah

Avatar photo
136
×

Banjir Berhari-hari Rendam Permukiman, Warga Medan Marelan dan Hamparan Perak Menanti Solusi Pemerintah

Sebarkan artikel ini

MEDAN, [Gaperta.id] — Genangan banjir yang merendam sejumlah permukiman warga di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, hingga kawasan Desa Andan Sari dan Selemak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, masih belum sepenuhnya surut setelah berlangsung selama beberapa hari.

Kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Di sejumlah titik, air masih menggenangi badan jalan bahkan masuk ke rumah warga.

Pantauan di lapangan, khususnya di kawasan Lingkungan 16 Andan Sari, menunjukkan ketinggian air di beberapa lokasi mencapai hampir selutut orang dewasa. Sementara di sejumlah rumah warga, air dilaporkan masuk dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.

Salah seorang warga terdampak, Jaka Permana, mengatakan genangan telah berlangsung sekitar tiga hingga empat hari.

“Sudah tiga sampai empat hari air belum surut. Kami khawatir kalau hujan turun lagi, air akan semakin tinggi,” ujarnya.

Jangan Lewatkan :  Polisi Ungkap Pelaku Pembuangan Bayi di Sungai Riam, Seorang Penghuni Kos Diamankan

Lamanya genangan membuat masyarakat mempertanyakan kondisi sistem pembuangan air di kawasan tersebut. Warga menduga kapasitas maupun fungsi saluran drainase belum mampu mengalirkan air secara optimal ketika terjadi peningkatan debit air.

Di sejumlah lokasi, warga terlihat melakukan upaya secara mandiri untuk menahan masuknya air ke permukiman. Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya mampu mengatasi genangan.

Masyarakat berharap pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap saluran pembuangan, termasuk mencari titik yang menyebabkan air tertahan hingga berhari-hari.

Warga menilai persoalan banjir di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi sehingga diperlukan penanganan jangka panjang, bukan sebatas penanganan darurat ketika genangan sudah memasuki rumah.

Di kawasan Jalan Durung Tiga, sejumlah warga disebut terpaksa meninggalkan rumah untuk sementara karena genangan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jangan Lewatkan :  Gerak Cepat Lurah Bakaran Batu Turun Kelapangan Atas Runtuhnya Tembok Ruko Di Jalan Sisingamangaraja 

Selain rumah dan akses jalan, warga juga melaporkan adanya tanaman serta sejumlah barang yang terdampak air.

Salah seorang perwakilan warga berharap Pemerintah Kota Medan maupun pemerintah daerah terkait segera memberikan bantuan dan melakukan penanganan di lokasi.

“Kami memohon perhatian Bapak Wali Kota Medan, camat, lurah, serta pemerintah terkait agar turun melihat kondisi masyarakat dan membantu mencari solusi,” katanya.

Sementara itu, Lurah Terjun disebut telah turun langsung meninjau kondisi warga terdampak.

Kehadiran pemerintah kelurahan mendapat respons positif dari masyarakat, meski warga berharap peninjauan tersebut segera diikuti langkah penanganan yang lebih konkret.

Mengingat lokasi banjir berada pada kawasan yang bersinggungan antara wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, warga juga berharap terdapat koordinasi antara kedua pemerintah daerah dalam menangani aliran air dan infrastruktur drainase secara menyeluruh.

Jangan Lewatkan :  Penemuan Mayat Mengambang di Wilayah TPI Kelurahan Bagan Deli

Masyarakat meminta pemerintah melakukan normalisasi maupun evaluasi terhadap saluran air apabila berdasarkan pemeriksaan teknis memang ditemukan adanya penyumbatan, sedimentasi, kapasitas drainase yang tidak memadai, ataupun persoalan lain yang menyebabkan air sulit mengalir.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan teknis dari instansi terkait mengenai penyebab utama genangan yang bertahan selama beberapa hari tersebut. Karena itu, dugaan mengenai persoalan drainase masih merupakan keluhan dan pengamatan warga yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Warga berharap penanganan dapat segera dilakukan mengingat hujan berikutnya dikhawatirkan kembali meningkatkan ketinggian air dan memperluas dampak terhadap permukiman.

Dari Medan Marelan, Sumatera Utara — Fallen Asmoro / Bambang Hermanto melaporkan.