Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Enam Warga Binaan Rutan Dumai Terima Remisi Khusus Hari Raya Waisak

Avatar photo
20
×

Enam Warga Binaan Rutan Dumai Terima Remisi Khusus Hari Raya Waisak

Sebarkan artikel ini

DUMAI, [Gaperta.id] – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai menyerahkan Remisi Khusus (RK) Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 kepada 6 orang narapidana dan anak binaan yang beragama Buddha, Minggu (31/5).

Pemberian remisi dilaksanakan di Aula Rutan Dumai dan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia tentang pemberian Remisi Khusus Hari Raya Waisak Tahun 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan remisi secara simbolis kepada warga binaan penerima remisi.

Jangan Lewatkan :  Berhasil Tingkatkan Skill Masyarakat, PT KPI Kilang Dumai Dukung Program Penghidupan Berkelanjutan

Dari total 6 penerima remisi, sebanyak 3 orang memperoleh remisi 15 hari, 2 orang memperoleh remisi 1 bulan, dan 1 orang memperoleh remisi 1 bulan 15 hari.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Dumai, Enang Iskandi, membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto. Ia juga menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif dan aktif mengikuti program pembinaan.

Jangan Lewatkan :  Personel Polres Sintang Jadi Korban Penusukan yang Terjadi di Jalan Lintas Melawi Sintang

“Remisi ini diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri, menaati aturan, dan mengikuti pembinaan dengan baik sehingga siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif,” ujar Karutan.

Jangan Lewatkan :  Luarbiasa.....!! Penyaluran BBM Solar Diduga Ilegal Menguasai Perikanan Gabion Belawan

Salah seorang warga binaan penerima remisi mengaku bersyukur atas remisi yang diterimanya.

“Remisi ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus berbuat baik dan mengikuti seluruh program pembinaan selama menjalani masa pidana,” ungkapnya.

Kegiatan yang diikuti oleh pejabat struktural, staf, serta warga binaan beragama Buddha tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.