Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaKesehatan

Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T

Avatar photo
24
×

Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, [Gaperta.id] – Sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan berkomitmen menghadirkan akses layanan JKN yang mudah bagi seluruh penduduk Indonesia, di mana pun berada.

Untuk mengatasi keterbatasan akses layanan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), BPJS Kesehatan menghadirkan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta layanan jemput bola BPJS Keliling.

VIOLA merupakan kanal layanan tanpa tatap muka berbasis konferensi video yang menghubungkan masyarakat dengan petugas BPJS Kesehatan secara waktu nyata. Layanan ini untuk pengurusan administrasi kepesertaan JKN, pemberian informasi, dan penanganan pengaduan.

Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di daerah 3T untuk memfasilitasi konferensi video di fasilitas kesehatan, kantor desa, kelurahan, dan kecamatan, sekolah, serta tempat lainnya.

Selama Januari–Mei 2026, tercatat 218.729 kali pemanfaatan VIOLA. Lokasi pelaksanaan VIOLA terbanyak berada di puskesmas. Sementara jenis layanan yang paling banyak dimanfaatkan adalah layanan informasi dan perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Adapun segmen peserta JKN yang paling banyak memanfaatkan VIOLA adalah peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Di sisi lain, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan tidak semua wilayah di Indonesia mampu mengadopsi layanan digital karena berbagai alasan. Alasan itu antara lain keterbatasan jaringan komunikasi dan data (jarkomdat), kondisi geografis, serta belum familiarnya seluruh lapisan masyarakat dengan teknologi digital.

Jangan Lewatkan :  Pengecekan Kondisi Banjir di Dusun Mengkiang dan Dusun Borang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau

“Oleh karena itu, selain menggiatkan kanal digital, BPJS Kesehatan juga mengoptimalkan layanan jemput bola BPJS Keliling. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses informasi, mengurus administrasi, hingga menyampaikan pengaduan seputar JKN,” kata Pujo.

Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling merupakan implementasi Layanan Ujung Negeri (LANURI). Program ini merupakan salah satu Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan.

“Hari ini kami melaksanakan LANURI serentak di 558 titik kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Dari 558 titik tersebut, sebanyak 179 titik menyediakan layanan BPJS Keliling, sementara 379 titik lainnya menghadirkan layanan VIOLA. Harapan kami, LANURI dapat memudahkan akses layanan JKN bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil atau yang aksesnya terbatas karena kondisi geografis,” ujar Pujo didampingi Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, dalam acara Peluncuran LANURI dan Penutupan Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi, Senin, 13 Juli 2026.

Jangan Lewatkan :  Buka Rapat Perdana LANDLAB, Menteri Nusron Dorong Kebijakan Pertanahan dan Bank Tanah yang Berbasis Data dan Jangka Panjang

Pada kesempatan yang sama, Pujo juga menyampaikan capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan yang mencapai 91,53%. Quick Wins tersebut terdiri atas 4 Program Berpusat pada Pelanggan dan 4 Program Kolaboratif.

Program Berpusat pada Pelanggan dikembangkan khusus untuk mengakomodasi kebutuhan dasar peserta JKN yang dirumuskan berdasarkan aspirasi masyarakat. Sementara itu, secara paralel, BPJS Kesehatan juga menjalankan Program Kolaboratif untuk memperluas jangkauan layanan terintegrasi melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Beberapa program utama yang telah tercapai adalah JKN 3T berupa kerja sama dengan kapal bantu rumah sakit ke daerah 3T serta pengiriman tenaga kesehatan ke daerah 3T. Lalu ada P-Care MBG, yaitu petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi peserta JKN dan terpantau kesehatannya, serta tumbuh kembang siswa penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) terpantau. Ada juga Program Eliminasi Inefisiensi melalui klaim cerdas untuk efisiensi biaya JKN, serta pencegahan, pendeteksian, dan penanganan perilaku inefisiensi termasuk potensi kecurangan. Sejumlah poin lainnya masih terus berproses bersama pemangku kepentingan terkait,” jelas Pujo.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, mengapresiasi inisiatif BPJS Kesehatan dalam memperluas akses JKN bagi masyarakat 3T.

Jangan Lewatkan :  Polrestabes Medan Berhasil Amankan 10 Geng Motor Yang Meresahkan Masyarakat..!!

Menurutnya, kehadiran layanan VIOLA dan BPJS Keliling merupakan terobosan yang mampu mendekatkan layanan administrasi JKN bagi masyarakat yang masih mengalami keterbatasan transportasi maupun infrastruktur digital.

“Kementerian Koperasi menyambut baik kolaborasi ini. Jaringan Koperasi Desa Merah Putih tersebar hingga ke tingkat desa dan kecamatan di seluruh Indonesia, serta memiliki akses internet untuk mendukung penyelenggaraan VIOLA maupun BPJS Keliling. Kami akan mendorong jajaran pengurus koperasi di daerah 3T untuk mendukung pelaksanaan LANURI sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Senada, Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda, mengatakan pemerataan layanan kesehatan menjadi salah satu tantangan Indonesia. Terutama di wilayah 3T yang masih mengalami keterbatasan akses, infrastruktur, dan sumber daya manusia.

“Jaringan pelayanan kesehatan TNI yang tersebar di seluruh negeri dapat dimanfaatkan untuk mendukung LANURI. Misalnya mobilisasi personel di bidang kesehatan ke daerah terpencil, pemanfaatan fasilitas kesehatan TNI sebagai titik layanan tambahan, serta pengoperasian kapal rumah sakit untuk layanan di pulau-pulau terpencil. Termasuk mengerahkan sekitar 76.000 personel Babinsa yang tersebar di Indonesia,” pungkas nya.

(ES)