Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaPeristiwa

Masyarakat Kelurahan Kampung Nelayan Indah Mengeluh Akibat Air PDAM Tirtanadi Mati Sudah Sepekan

Avatar photo
324
×

Masyarakat Kelurahan Kampung Nelayan Indah Mengeluh Akibat Air PDAM Tirtanadi Mati Sudah Sepekan

Sebarkan artikel ini

MEDAN LABUHAN, [Gaperta.id] – Masalah air bersih kembali menghantui warga Kampung Nelayan Indah, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan. Sudah hampir satu minggu terakhir, aliran air PDAM Tirtanadi tidak mengalir ke rumah-rumah warga. Kondisi ini menimbulkan keresahan, hingga masyarakat berencana melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes atas buruknya pelayanan air bersih.

Warga terpaksa mengambil air dari sumur bor di sekitar lingkungan, bahkan sebagian harus membeli air galon dengan harga tidak murah. Kebutuhan dasar untuk mandi, mencuci, dan memasak pun menjadi persoalan sehari-hari yang semakin berat.

Jangan Lewatkan :  GINSI BPD Kalbar Akan Gelar Pelatihan untuk Memperkenalkan dan Memberdayakan Importir di Kalimantan Barat

Bambang Herman, salah seorang warga, menuturkan kekecewaannya.
“Sudah hampir seminggu air mati. Kalau pun hidup, airnya kecil sekali, menetes saja. Tidak mungkin cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kami jadi harus bolak-balik ke sumur bor,” ungkapnya, Kamis (25/9/2025).

Ironisnya, persoalan air bersih di kawasan ini bukanlah hal baru. Wali Kota Medan, Rico Waras, bahkan pernah turun langsung ke Kampung Nelayan Indah untuk mendengarkan keluhan warga. Saat itu, menurut warga, instruksi tegas diberikan kepada PDAM Tirtanadi untuk segera menyalurkan air. Hasilnya, aliran air memang sempat normal kembali.

Jangan Lewatkan :  Akses Listrik Semakin Merata, PLN UID Riau dan Kepri Hadirkan Sambungan Listrik Gratis melalui Program BPBL

“Pak Wali Kota sudah pernah datang, sudah jumpa dengan masyarakat yang mengeluh. Waktu itu beliau langsung instruksikan ke PDAM, dan memang setelah itu air lancar. Tapi sekarang mati lagi. Jadi seperti masalah yang tidak ada ujungnya,” kata Bambang dengan nada kecewa.

Rencana aksi unjuk rasa pun semakin menguat. Warga menilai PDAM Tirtanadi tidak konsisten dalam menjaga pasokan air bersih, bahkan cenderung abai terhadap kebutuhan pokok masyarakat. Mereka meminta agar pihak terkait, baik pemerintah kota maupun manajemen PDAM, segera mencari solusi permanen, bukan sekadar reaktif saat ada kunjungan pejabat.

Jangan Lewatkan :  Patroli Cipkon Polsek Sungai Beduk, Cegah Aksi Kejahatan Dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas

“Kalau begini terus, kami tidak bisa tenang. Kami akan turun ke jalan bila PDAM tidak serius. Air adalah hak dasar, bukan sekadar fasilitas tambahan,” tambah Bambang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM Tirtanadi belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab matinya aliran air di kawasan Medan Labuhan kali ini. Masyarakat berharap, pemerintah kota benar-benar mengawasi kinerja PDAM agar kasus serupa tidak lagi terulang.