Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Per Menpora 14 Tahun 2024 Dibahas di HPN Riau 2025, Ketum Zulmansyah: Hasilnya Jadi Rekomendasi Direvisi atau Dicabut

Avatar photo
328
×

Per Menpora 14 Tahun 2024 Dibahas di HPN Riau 2025, Ketum Zulmansyah: Hasilnya Jadi Rekomendasi Direvisi atau Dicabut

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, [Gaperta.id] – Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat membahas Per Menpora Nomor 14 Tahun 2024. Kegiatan ini bagian dari rangkaian perayaan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2025 di Provinsi Riau.

Agenda ini bertemakan Dialog Olahraga Kontroversial Per Menpora Nomor 14 Tahun 2024 Dicabut atau Direvisi?. Diskusi ini dihadiri semua delegasi PWI provinsi seluruh Indonesia.

Dialog ini dipandu oleh Tubagus Adhi dengan pembicara Anyar dari Sekjen FTI, Prof Denny Riyanto sebagai Staf Ahli KONI Pusat, Dr Hj Karmila Sari S.Kom MM sebagai Anggota Komisi X DPR RI.

Jangan Lewatkan :  PELINDO MULTI TERMINAL TERUS TINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN LEWAT TRANSFORMASI PELABUHAN BELAWAN

“Memang sudah seharusnya untuk dibahas. Ini juga bagian dari keprihatinan SIWO. Karena KONI terganggu dengan adanya permen ini, pun bukan KONI. Induk cabang olahraga juga merasa terganggu dengan adanya aturan ini,” kata Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang saat membuka dialog itu yang berlangsung di Hotel Mutiara Merdeka.

Jangan Lewatkan :  Dandrem 12/ABW Brigjen TNI Luqman Arief,.S.I.P,.M.I.P., Hadiri Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Narkotika Hasil Penggagalan Penyeludupan oleh Satgas PAMTAS Jajaran KOLAKOPS REM 121/ABW

Keresahan terhadap aturan ini, jelas Bang Zum, juga sudah pernah disampaikan oleh KONI Pusat ke pihak legislatif untuk memberikan perhatian khusus agar dapat berdialog dengan Kemenpora.

“Salah satu tugas pers SIWO adalah melakukan kontrol terhadap semua kebijakan yang diterbitkan oleh pemerintah pusat,” paparnya.

Di dalam aturan ini ada beberapa poin yang dinilai menghambat perkembangan prestasi dalam dunia olahraga, yang akan dibahas. “Beberapa pasalnya juga menyebabkan tak berkembangnya prestasi karena ada beberapa syarat,” urai Zulmansyah.

Jangan Lewatkan :  Korup/Hancur: Diduga RAM Melakukan Kecurangan, Mengakibatkan Merugikan Petani Sawit!!

Hasil dari dialog ini, nantinya akan menjadi bahan rujukan yang akan dikirimkan ke pemerintah.

“Hasil dialog hari ini akan menjadi rekomendasi yang kita sampaikan ke pemerintah untuk sama kita revisi kembali Per Menpora dimaksud”, tukas Zulmansyah.