Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Regional

Ribuan Warga Tumpah Ruah di Penutupan Festival Budaya Kerinci 2026, Rentak Kudo Jadi Magnet Utama

Avatar photo
36
×

Ribuan Warga Tumpah Ruah di Penutupan Festival Budaya Kerinci 2026, Rentak Kudo Jadi Magnet Utama

Sebarkan artikel ini

KERINCI, [Gaperta.id] – Festival Budaya Kerinci (FBK) 2026 resmi berakhir dengan meriah. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru memadati kawasan wisata Dermaga Danau Kerinci, Minggu sore (25/10/2026), menyaksikan puncak perhelatan budaya terbesar di Bumi Sakti Alam Kerinci tersebut.

Festival yang berlangsung sejak 22 Oktober 2026 ini ditutup langsung oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., didampingi Wakil Bupati H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., bersama jajaran Forkopimda.

Rentak Kudo Kelabu Curi Perhatian Ribuan Pengunjung

Salah satu momen paling mencuri perhatian dalam penutupan festival adalah penampilan kolosal Rentak Kudo Baju Kelabu dari Desa Sungai Renah yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat.

Suasana semakin bergemuruh ketika Bupati Monadi bersama jajaran Forkopimda turun langsung ke tengah arena, membaur bersama ribuan penari dan masyarakat mengikuti irama khas Rentak Kudo.

Jangan Lewatkan :  PT Pelindo Regional 1 Dumai Kembali Santuni Anak Yatim

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kerinci tersebut menambah semarak penutupan sekaligus memperlihatkan kedekatan pemerintah daerah dengan masyarakat dalam merayakan kekayaan budaya leluhur.

Mengusung tema “Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya”, festival tahun ini menghadirkan beragam atraksi dan kegiatan, mulai dari Pawai Budaya Kerinci, Pameran Budaya, Balei Dahin, Kuliner Dahin, Mewarnai Budaya, Pameran Benda Budaya, Kerinci Dimunarai, Kerinci Bakaritah, Pacu Biduk hingga berbagai pertunjukan seni tradisional.

Nuansa budaya semakin terasa melalui penggunaan busana adat khas Kerinci zaman dahulu atau Baju Dahin yang menjadi salah satu identitas dalam perhelatan tersebut.

Monadi: Warisan Leluhur Jangan Berhenti di Panggung Festival

Dalam sambutan penutupannya, Bupati Monadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, tokoh adat, seniman, panitia, serta pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Festival Budaya Kerinci 2026.

Jangan Lewatkan :  Kepala Desa Koto Beringin : Pekerjaan Tumpang Tindih

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat, tokoh adat, pelaku seni dan budaya, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan menyukseskan rangkaian Festival Budaya Kerinci Tahun 2026,” ujar Monadi.

Ia menegaskan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa budaya Kerinci masih memiliki tempat istimewa di hati generasi penerus.

“Semoga semangat pelestarian budaya tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari dan diwariskan kepada generasi penerus. Mari kita jaga bersama adat, tradisi, dan identitas budaya Kerinci sebagai kekayaan yang tak ternilai,” tambahnya.

Festival Budaya Dongkrak Aktivitas UMKM dan Pariwisata

Tak hanya menjadi panggung pelestarian tradisi, Festival Budaya Kerinci 2026 juga membawa dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Jangan Lewatkan :  Peringati Hari Santri Nasional 2025, Menteri Nusron: Jadi Generasi yang Menyejahterakan Rakyat Indonesia

Pantauan di lokasi memperlihatkan lapak UMKM, stan kuliner tradisional, perajin kriya hingga pelaku usaha wisata ramai dikunjungi masyarakat selama festival berlangsung.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kekayaan budaya Kerinci memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan.

Pemerintah Kabupaten Kerinci pun berkomitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival pada tahun-tahun mendatang, termasuk memperluas promosi budaya lokal agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Berakhirnya Festival Budaya Kerinci 2026 bukanlah akhir dari semangat menjaga tradisi, melainkan momentum memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

Dari Dermaga Danau Kerinci, pesan itu menggema: festival boleh berakhir, tetapi warisan leluhur harus terus hidup dan lestari dari generasi ke generasi.