DUMAI, [Gaperta.id] — Kelompok tani (Poktan) Pendekar Semut Hitam melakukan panen raya perdana simbolis seluas 1 Ha dari luas total keseluruhan 160 Ha tanaman padi nya pada Kamis (29/1/2026). Panen Raya untuk mewujudkan kemandirian ketersediaan pangan/beras masyarakat Indonesia itu dihadiri Staf Ahli Wali Kota Dumai Bidang Pembangunan, Informasi Teknologi, Ekonomi dan Keuangan Handayani, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang) Kota Dumai Agus Winarno, Danramil Sungai Sembilan Kapten Hendra, Polres Dumai diwakili Kapolsek Sungai Sembilan, Area Manajer Riau – Kepri PT. Agrosid Manunggal Sentosa, pelajar SMKN 4 Tanjung Penyembal, dan pihak terkait lainnya.
Disampaikan Ketua Poktan Pendekar Semut Hitam Parni, petani menggunakan benih padi hibrida F-1 Supadi 56 hasil kerja sama dan dukungan penuh dari PT Agrosid Manunggal Sentosa yang tergabung dalam program Pengembangan Produksi tanaman pangan dari Dinas Ketapang. “Kami memilih varietas ini karena ketahanannya terhadap hama dan potensi hasilnya yang tinggi,” kata Parni.
Keberhasilan panen tidak lepas dari bimbingan intensif Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sungai Sembilan. Mulai dari pola tanam, manajemen pengairan, hingga pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan).
Sementara itu, Area Manajer Riau – Kepri PT. Agrosid Tabirudin, SP., mengatakan keberhasilan panen raya padi varietas unggul hari itu berkat kerja keras petani dan dukungan Dinas Ketapang, PPL dan BPP serta semua pihak terkait. “Awalnya kita targetkan padi yang bisa dipanen per 1,5 Ha, dengan potensi panen sebesar 9 ton, namun petani hanya sanggup 7,2 ton, karena poktan ini baru terbentuk dan baru beranggotakan 12 orang. Kedepan kita akan penuhi target capaian panen nya,” pungkas Tabirudin, SP.
Wali Kota Dumai H. Paisal diwakili Staf Ahli Handayani mengatakan harapannya panen dapat berjalan lancar, hasil memuaskan, dan berkesinambungan. Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto secara resmi telah mengumumkan pada tanggal 7 Januari 2026 bahwa Indonesia telah mencapai Swasembada pangan khususnya beras. Ini merupakan menandai kembalinya kejayaan pangan seperti era di tahun 1980-an, pada masa Presiden Soeharto.
“Petani adalah pejuang negara. Terimakasih kepada Poktan Pendekar Semut Hitam. Terimakasih kepada Kadis Ketapang, kepala bulog, Kodim 0320/Dumai, dan PT Agrosid Manunggal Sentosa serta seluruh pihak yang mendukung, terutama para penyuluh pendamping,” cakap Handayani.
Handayani didampingi pejabat undangan lainnya berkesempatan melakukan panen perdana padi unggul Supadi 56 menggunakan arit dan mesin panen padi. Tampak semua pejabat serta Poktan Pendekar Semut Hitam happy dan kegirangan melakukan panen perdana tersebut.
Masa tanam benih padi hibrida F-1 Supadi 56 sampai panen biasanya sekitar 110-120 Hari Setelah Tanam (HST), tergantung pada kondisi lingkungan dan pengelolaan tanaman. Berikut adalah perkiraan masa tanam padi hibrida F-1 Supadi 56:
– Fase vegetatif: 0-60 HST
– Fase generatif: 60-90 HST
– Fase pemasakan: 90-110 HST
– Panen: 110-120 HST
Namun, perlu diingat bahwa masa tanam padi hibrida F-1 Supadi 56 dapat berbeda-beda tergantung pada kondisi lingkungan, seperti iklim, tanah, dan pengelolaan tanaman. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan ahli pertanian atau petugas penyuluh lapangan untuk mendapatkan rekomendasi yang lebih spesifik.














