DUMAI, [Gaperta.id] – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Dumai per 31 Desember 2024, total penduduk Dumai sebanyak 355.256 jiwa. Dari jumlah tersebut, penduduk usia sekolah 5-19 tahun sebanyak 101.600 jiwa atau 28,6 persen.
Dua warga Dumai, Paramitha Anggraini dan Edi Antonnes, melihat data tersebut sebagai peluang untuk turut berpartisipasi mencerdaskan bangsa dan masyarakat Dumai melalui jalur nonformal.
Berbekal legalitas dan perizinan yang sudah dikantongi, Sabtu, 12 September 2026, tempat bimbingan belajar dan kursus SpeakPlease resmi dibuka. Tempat les itu sendiri berlokasi di salah satu rumah toko (ruko) di Jalan Ombak, Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota.
Seremoni pembukaan sederhana dihadiri oleh pendiri Paramitha Anggraini dan rekan pendiri Edi Antonnes beserta keluarga, instruktur, serta murid.
“Terima kasih untuk keluarga, teman-teman, orang tua, dan semua yang sudah hadir dan menjadi bagian dari momen spesial ini. Kalau boleh jujur, berdiri di sini hari ini adalah sesuatu yang dulu tidak pernah saya bayangkan. SpeakPlease berawal dari sesuatu yang sangat sederhana,” ungkap Paramitha Anggraini penuh haru saat menyampaikan sambutan.
Ia melanjutkan, “Dulu saya memulai semuanya sendiri, mulai dari kelas privat dan daring, dengan fokus pada Bahasa Inggris. Bahkan, murid-murid saya banyak yang berasal dari luar kota. Perjalanannya tentu tidak selalu mudah. Ada saat ketika saya diremehkan, diragukan, bahkan melewati hal-hal yang tidak menyenangkan. Tapi dari sana saya belajar bahwa saya tidak perlu membuktikan siapa diri saya kepada orang lain.”
“Hari ini saya punya partner, saya punya tim, dan saya punya orang-orang yang percaya pada visi SpeakPlease. Untuk partner dan seluruh tim SpeakPlease, terima kasih sudah mau tumbuh dan berjuang bersama saya,” ujarnya.
“Dan untuk keluarga, teman-teman, murid, orang tua, serta semua yang selama ini memberikan dukungan, kepercayaan, dan doa. Terima kasih karena telah percaya kepada saya, bahkan ketika ini masih sekadar mimpi,” katanya.
Paramitha menambahkan, SpeakPlease kini berkembang. Tidak hanya pelajaran Bahasa Inggris, tetapi juga hadir dengan berbagai program seperti Matematika, TOEFL, IELTS, UTBK, TKA, Sekolah Kedinasan, hingga Kelas Sensori untuk anak usia dini.
“Bagi saya, SpeakPlease bukan sekadar tempat belajar. Saya ingin ini menjadi ruang untuk bertumbuh, membangun kepercayaan diri, menemukan potensi, dan berani memiliki mimpi yang lebih besar,” ujarnya.
“Jadi hari ini, ini bukan hanya pembukaan. Ini adalah awal yang baru. Selamat datang di rumah baru SpeakPlease. Semoga dari tempat ini, kita bisa menciptakan lebih banyak kesempatan, lebih banyak prestasi, dan lebih banyak mimpi yang berhasil diwujudkan,” katanya.
Ia menegaskan, semua perizinan dan legalitas lembaganya lengkap dari instansi yang berwenang.
Kepada wartawan, Paramitha dan Edi menyampaikan, SpeakPlease membuka program untuk anak prasekolah usia 4-6 tahun dengan durasi belajar 1 jam. Program Bahasa Inggris dan Matematika untuk siswa SD dengan durasi 1 jam 15 menit, serta untuk SMP-SMA dengan durasi 1 jam 30 menit.
“Durasi pertemuan semua kelas dua kali dalam seminggu,” ujar Paramitha.
Selain itu, ada juga program bimbingan belajar untuk persiapan masuk universitas, persiapan masuk sekolah kedinasan, persiapan CPNS, TOEFL dan IELTS, serta Bahasa Inggris khusus.
SpeakPlease itu sendiri mempunyai motto “Belajar Nyaman, Terarah, Terbukti Meningkatkan Kemampuan Untuk Masa Depanmu!”.
Proses belajar mengajar di SpeakPlease dimulai setiap hari pukul 09.00 WIB sampai 21.00 WIB. Fasilitas yang tersedia antara lain Wi-Fi gratis, empat ruang belajar ber-AC, CCTV, materi belajar berstandar internasional, metode belajar interaktif, 12 instruktur pengajar berpengalaman bahkan bersertifikat internasional, gratis registrasi, serta gratis parkir.
Beberapa siswa yang hadir menyampaikan rasa senang atas peresmian tersebut.
“Ya, Pak, kami turut senang dengan pembukaan tempat les dan bimbel SpeakPlease ini. Mudah-mudahan kami semakin banyak ilmu dari pelajaran yang diajarkan instruktur nanti,” ujar beberapa siswa.
Di lain sisi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Dumai, Mukhlis Suzantri, S.Hut.T., M.T., mengapresiasi berdirinya SpeakPlease.
“Saya atas nama Pemerintah Kota Dumai menyampaikan apresiasi dengan berdirinya SpeakPlease hari ini. Dengan keterbatasan Pemerintah Kota Dumai dalam penyediaan fasilitas belajar mengajar di jalur formal, tentu keterlibatan langsung SpeakPlease dalam mencerdaskan masyarakat Dumai kami sambut baik,” ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Sabtu, 12 September 2026.














