Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Nasabah Keluhkan Pelayanan BRI Pelompek, Surat Kuasa Dipersoalkan dan ATM Kerap Kosong Saat Hari Pasar

Avatar photo
153
×

Nasabah Keluhkan Pelayanan BRI Pelompek, Surat Kuasa Dipersoalkan dan ATM Kerap Kosong Saat Hari Pasar

Sebarkan artikel ini

KERINCI, [Gaperta.id] – Sejumlah warga Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, mengeluhkan pelayanan Bank BRI Unit Pelompek. Keluhan tersebut mencakup proses pencairan dana yang dinilai berbelit-belit, persoalan surat kuasa yang dipersoalkan pihak bank, hingga mesin ATM yang kerap kehabisan uang tunai pada hari pasar.

Salah satu keluhan datang dari keluarga Yesi Media, warga Desa Bumbun Duri. Menurut keterangan keluarga, Yesi Media saat ini berada di Malaysia. Sebelum berangkat, yang bersangkutan telah membuat surat kuasa kepada anaknya saat berada di Padang untuk mengurus pencairan dana di rekening miliknya.

Selain surat kuasa, dokumen pendukung berupa KTP dan persyaratan lainnya telah diserahkan kepada pihak BRI Pelompek. Namun, keluarga mengaku masih diminta melengkapi surat keterangan kuasa dari pemerintah desa.

Jangan Lewatkan :  PIN Tahun 2024, Kadiskes dr Syaiful, MKM: 2 Tetes Cegah Polio

Pada Kamis (4/6/2026), surat yang diminta tersebut telah diserahkan kepada pihak bank. Akan tetapi, proses pencairan dana disebut kembali terkendala karena surat kuasa yang diajukan dipersoalkan dengan alasan adanya ketidaksesuaian tanda tangan.

Keluarga nasabah mengaku kecewa karena merasa telah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta. Mereka berharap pihak bank dapat memberikan penjelasan yang jelas serta solusi agar dana milik nasabah dapat dicairkan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami sudah melengkapi seluruh dokumen yang diminta dan mengikuti prosedur yang diarahkan. Namun hingga kini dana tersebut belum bisa dicairkan,” ujar pihak keluarga.

Jangan Lewatkan :  Kejari Dumai Musnahkan BB Narkoba Inkracht Periode Juli - Agustus 2024

Selain persoalan administrasi, masyarakat Gunung Tujuh juga mengeluhkan kondisi mesin ATM BRI Pelompek yang disebut sering kehabisan uang tunai setiap hari Senin atau hari pasar. Akibatnya, banyak warga tidak dapat melakukan penarikan dana saat kebutuhan transaksi sedang tinggi.

Menurut sejumlah warga, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan terus berulang. Mereka berharap pihak BRI segera melakukan evaluasi agar ketersediaan uang tunai di ATM dapat terjamin, terutama pada hari pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Akibat ATM yang sering kosong, sebagian masyarakat terpaksa melakukan penarikan dana melalui layanan BRILink dengan biaya administrasi tambahan. Kondisi ini menimbulkan keluhan dari warga karena mereka berharap dapat menikmati layanan perbankan secara maksimal tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengambil uang milik mereka sendiri.

Jangan Lewatkan :  Tindakan SPBU 14.214.234 Konsumen Mendapatkan BBM Jenis Pertalite Bercampur Air, Bagaimana Tindakan APH

Tak hanya itu, beberapa nasabah juga menyampaikan keluhan terkait proses penutupan pinjaman yang dinilai perlu mendapat perhatian dan pengawasan lebih lanjut agar pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai ketentuan.

Masyarakat berharap pihak Bank BRI maupun otoritas terkait dapat memberikan klarifikasi atas berbagai keluhan yang berkembang, sekaligus melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan di BRI Unit Pelompek demi menjaga kepercayaan nasabah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BRI Unit Pelompek belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat.