Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
RegionalSosial

PT Rimba Hutani Mas Edukasi 160 Siswa SMKN PP Jambi Cegah Karhutla, Teori hingga Praktik Pemadaman

Avatar photo
45
×

PT Rimba Hutani Mas Edukasi 160 Siswa SMKN PP Jambi Cegah Karhutla, Teori hingga Praktik Pemadaman

Sebarkan artikel ini

JAMBI, [Gaperta.ud] — Upaya menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga hutan dan lingkungan terus dilakukan PT Rimba Hutani Mas (RHM). Sebanyak 160 siswa dan siswi SMKN PP Jambi mendapat edukasi mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pentingnya konservasi lingkungan.

Kegiatan yang digelar bersama pihak sekolah tersebut tidak hanya diisi dengan penyampaian materi. Para siswa juga diajak mengikuti praktik lapangan untuk mengenal secara langsung peralatan yang digunakan dalam penanganan kebakaran.

Didampingi petugas, para siswa diperkenalkan dengan sejumlah peralatan pemadaman, termasuk cara menghidupkan mesin hingga mengoperasikan alat penyemprotan.

Antusiasme terlihat ketika para siswa mendapat kesempatan mencoba langsung peralatan tersebut. Pengalaman lapangan ini sekaligus memberikan gambaran bahwa pencegahan dan penanggulangan karhutla membutuhkan pengetahuan, kesiapsiagaan, keterampilan, serta kepedulian bersama.

Kegiatan tersebut dihadiri Waka Humas SMKN PP Batanghari, Muhammad Yusuf, S.Pd.I., bersama jajaran staf dan tenaga pengajar. Sementara dari PT Rimba Hutani Mas hadir Heri Yansyah, Farah Fadhillah Ramadhan, Dwi Purwanto, Miftah Riski Wahyudi, Kabul Simamora, dan Rayi Yubi Pramadhoni.

Jangan Lewatkan :  Reforma Agraria Lahirkan Regenerasi dan Kreativitas Petani Muda di Desa Soso

Kenalkan Dampak Karhutla Sejak Dini:
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan. Karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan ekosistem dan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian materi, mengganggu aktivitas masyarakat, hingga mengancam keselamatan jiwa.

Karena itu, edukasi kepada generasi muda menjadi salah satu langkah penting untuk menanamkan pemahaman bahwa menjaga hutan dan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Kesadaran tersebut diharapkan tumbuh sejak bangku sekolah sehingga para siswa tidak hanya memahami dampak karhutla, tetapi juga mampu mengambil peran dalam upaya pencegahannya di lingkungan masing-masing.

Dari Teori ke Praktik, Siswa Antusias:
Sesi praktik lapangan menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian peserta. Para siswa diperkenalkan langsung dengan peralatan penanganan kebakaran serta diberikan kesempatan mempraktikkan cara menghidupkan mesin dan menggunakan alat penyemprotan bersama petugas.

Jangan Lewatkan :  Ketua DPRD Sanggau Urgensi Dalam Perbaikan Jalan Propinsi

Metode tersebut membuat proses edukasi berlangsung lebih interaktif. Siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai penggunaan peralatan pemadaman di lapangan.

Waka Humas SMKN PP Batanghari, Muhammad Yusuf, S.Pd.I., mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan PT Rimba Hutani Mas.

«“Kegiatan sosialisasi penyadartahuan bahaya kebakaran hutan dan lahan sangat baik sekali. Kegiatan ini menambah pengetahuan bagi siswa dan guru pendamping yang hadir tentang bahaya akibat kebakaran, bukan saja merugikan harta, bahkan jiwa,” ujarnya.»

Menurut Muhammad Yusuf, praktik langsung menggunakan peralatan pemadaman juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para siswa.

«“Sangat menyenangkan bagi siswa saat praktik langsung cara menghidupkan mesin dan alat penyemprotan saat praktik di lapangan bersama petugas,” katanya.»

Pihak sekolah turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Rimba Hutani Mas atas ilmu serta pengalaman yang diberikan kepada siswa dan siswi.

Jangan Lewatkan :  Hari Terakhir Kampanye, Satgas OMP Polresta Pontianak Amankan Kegiatan Kampanye Paslon 01 di Pontianak Selatan

Menanam Kesadaran untuk Menjaga Masa Depan

Keterlibatan 160 siswa dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperluas kesadaran mengenai perlindungan hutan dan lingkungan di kalangan generasi muda.

Pendidikan konservasi bukan hanya berbicara tentang menjaga kelestarian hutan, tetapi juga membangun pemahaman bahwa setiap tindakan terhadap lingkungan dapat memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat.

Melalui edukasi karhutla dan praktik lapangan, para siswa diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga, teman, dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Upaya sederhana seperti meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan dapat menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam pencegahan karhutla.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pencegahan karhutla tidak semestinya baru dilakukan ketika api telah muncul. Kesadaran harus dibangun sejak dini, dan generasi muda menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga hutan serta lingkungan untuk masa depan.