Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
TNI/POLRI

Dirdik Seskoad Tinjau KKL Wilhan dan Binsat Dikreg LXVIII di Dumai, Dorong Perubahan Paradigma Karhutla

Avatar photo
39
×

Dirdik Seskoad Tinjau KKL Wilhan dan Binsat Dikreg LXVIII di Dumai, Dorong Perubahan Paradigma Karhutla

Sebarkan artikel ini

DUMAI, [Gaperta.id] – Direktur Pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Dirdik Seskoad) Brigadir Jenderal TNI Surya Wibawa Suparman memimpin peninjauan Kuliah Kerja Lapangan Kewilayahan (KKL Wilhan) dan Bimbingan Satuan (Binsat) Peserta Didik Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad Tahun Ajaran 2026 di Kota Dumai, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan yang diikuti Kelompok 2 sektor Dumai ini juga dihadiri Kepala Departemen Teritorial Seskoad, para Perwira Penuntun, serta Dosen Pembimbing. Rangkaian kegiatan dilaksanakan di Markas Detasemen Artileri Pertahanan Udara 004/Wirabhuana Sakti Yudha dan Komando Distrik Militer 0320/Dumai.

Dalam kegiatan tersebut, Dirdik Seskoad beserta rombongan menerima paparan hasil penelitian KKL Wilhan dan Binsat. Rombongan juga meninjau langsung upaya unsur kewilayahan dalam menghadapi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Jangan Lewatkan :  Pemerintah Pusat Diminta Perhatikan Nasib Pekerja PETI di Kalimantan Barat

Salah satu kegiatannya berupa penyuluhan dan sosialisasi Karhutla melalui Forum Group Discussion (FGD). Forum itu melibatkan jajaran Komando Rayon Militer 02/Bukit Kapur, Kepolisian Sektor Bukit Kapur, tokoh masyarakat, serta perwakilan perusahaan di wilayah Bukit Kapur.

Forum tersebut menjadi ruang bertukar pandangan antara aparat, masyarakat, dan perusahaan untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya pencegahan Karhutla. Melalui komunikasi terbuka, diharapkan muncul pemahaman bahwa penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama.

Jangan Lewatkan :  Wali Kota Medan Pimpin Acara RKPD Kota Medan 2026 Di Gedung Pelindo Regional 1 Yang Dihadiri Kapolres Pelabuhan Belawan

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan observasi lapangan ke titik-titik rawan Karhutla atau hot spot di wilayah Dumai Timur. Tim meninjau keberadaan sumur bor air di lokasi tersebut. Peninjauan didampingi Komandan Rayon Militer 01/Kota Dumai, Kodim 0320/Dumai, Kapolsek Dumai Timur, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Satgas Karhutla Sektor Dumai Timur.

Hasil observasi menjadi bahan sinkronisasi antara temuan penelitian KKL Wilhan dan Binsat Kelompok 2 sektor Dumai dengan kondisi nyata di lapangan.

Dalam arahannya, Dirdik Seskoad mendorong perubahan paradigma penanganan Karhutla dari “Siaga Memadamkan” menjadi “Waspada Mencegah”. Menurutnya, pencegahan membutuhkan keterlibatan pemerintah, TNI dan Polri, dunia usaha, masyarakat, hingga komunitas peduli lingkungan.

Jangan Lewatkan :  PT. MISI Tak Patuhi Peraturan Dinas DLH Muaro Jambi, Kegiatan Pengutipan Miko tampa kantongi LA Land Aplikasi dan IPLC Dari Dinas DLD Muaro Jambi.

“Melalui KKL Wilhan dan Binsat ini, para Pasis tidak hanya menghasilkan kajian akademis, tetapi juga pemikiran yang relevan dan dapat diimplementasikan untuk membantu penyelesaian persoalan di wilayah,” ujar Brigjen (TNI) Surya Wibawa Suparman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran Pasis dalam memahami dinamika pertahanan wilayah secara komprehensif dengan mengedepankan sinergi dan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil penelitian diharapkan menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah daerah dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kota Dumai.

Penulis: Efendy Sitompul