Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Hukum

P3-TGAI di Siulak Kerinci Jadi Sorotan, Sejumlah Bagian Irigasi Tampak Retak

Avatar photo
34
×

P3-TGAI di Siulak Kerinci Jadi Sorotan, Sejumlah Bagian Irigasi Tampak Retak

Sebarkan artikel ini

KERINCI, [Gaperta.id] — Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, mendapat sorotan setelah sejumlah bagian konstruksi saluran irigasi ditemukan dalam kondisi retak.
Berdasarkan pemantauan lapangan yang diterima redaksi, kondisi tersebut terlihat pada sejumlah titik pekerjaan di wilayah Desa Siulak Gedang dan Desa Telago Biru.

Pada salah satu papan informasi kegiatan yang berada di lapangan tercantum nilai kegiatan sebesar Rp195.000.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Kondisi fisik bangunan menjadi perhatian karena konstruksi irigasi tersebut diharapkan tidak sekadar selesai secara administratif maupun fisik, tetapi memiliki mutu, kekuatan dan umur layanan yang memadai untuk menunjang kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat.

Keretakan Terlihat di Sejumlah Titik:
Dari dokumentasi lapangan, sejumlah bagian dinding atau pasangan saluran tampak mengalami keretakan. Pada beberapa titik, permukaan konstruksi juga terlihat tidak seragam sehingga dinilai perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut dari pihak yang memiliki kompetensi teknis.

Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pengerjaan, penggunaan material serta metode pelaksanaan konstruksi.

Namun demikian, kondisi tersebut belum dapat serta-merta disimpulkan sebagai pelanggaran spesifikasi teknis tanpa pemeriksaan langsung terhadap dokumen perencanaan, gambar kerja, spesifikasi bahan dan kondisi konstruksi oleh pihak berwenang.

Jangan Lewatkan :  Gerak Cepat Polres Labuhanbatu Tangkap Pelaku Pembacokkan

Demikian pula mengenai dugaan pada bagian dasar maupun pondasi saluran. Untuk memastikan apakah penyiapan dasar, lantai kerja dan struktur konstruksi telah sesuai ketentuan P3-TGAI, dibutuhkan pemeriksaan teknis secara menyeluruh.

Keretakan pada konstruksi dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi tanah, mutu dan komposisi material, proses pengerjaan, pemadatan, perawatan beton atau pasangan setelah pengerjaan, hingga faktor lingkungan.

Karena itu, evaluasi teknis dinilai penting agar penyebab keretakan dapat diketahui secara objektif.

Pekerjaan di Telago Biru Turut Menjadi Perhatian:
Sorotan serupa juga diarahkan terhadap pekerjaan P3-TGAI di Desa Telago Biru. Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, terdapat sejumlah bagian konstruksi yang tampak mengalami keretakan dan kondisi permukaan pasangan yang dinilai perlu diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi pekerjaan.

Sebagai infrastruktur yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian, kualitas saluran irigasi menjadi bagian penting karena kerusakan dini berpotensi mengurangi fungsi bangunan dan memperpendek usia pemanfaatannya.

Karena itu, pemeriksaan tidak seharusnya hanya berorientasi pada penyelesaian volume pekerjaan, tetapi juga memastikan mutu konstruksi dan keberfungsiannya bagi masyarakat.

Jangan Lewatkan :  Kasat Narkoba Polres Dumai Ungkap Tindak Pidana Narkotika Shabu 1.570,83 Gram

Pengawasan Diminta Tidak Sekadar Administratif:
Munculnya kondisi tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan selama pelaksanaan pekerjaan.

Pihak pelaksana, kelompok penerima manfaat atau P3A, pendamping teknis serta instansi terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai metode pelaksanaan, standar material yang digunakan dan proses pemeriksaan pekerjaan sebelum dinyatakan selesai.

Pemeriksaan lapangan juga dinilai penting dilakukan dengan mencocokkan kondisi fisik konstruksi terhadap dokumen perencanaan dan spesifikasi teknis kegiatan.

Dengan demikian, dapat diketahui apakah keretakan yang terlihat merupakan persoalan teknis yang masih dapat ditangani melalui perbaikan atau terdapat bagian pekerjaan yang memang tidak sesuai dengan ketentuan.

Keberhasilan Program Tidak Cukup Diukur dari Bangunan Selesai:
P3-TGAI merupakan program yang manfaatnya bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama kelompok petani yang membutuhkan ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Karena itu, keberhasilan program tidak semestinya hanya diukur dari selesainya bangunan secara fisik.

Aspek mutu, kekuatan, fungsi dan ketahanan konstruksi juga menjadi parameter penting agar anggaran negara yang digunakan benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Pihak yang melakukan pemantauan berharap instansi teknis terkait turun langsung melakukan pemeriksaan di Desa Siulak Gedang dan Desa Telago Biru, bukan hanya mengandalkan laporan administrasi kegiatan.

Jangan Lewatkan :  Ada Backingan Kuat di Balik Mulusnya Tambang Bauksit Ilegal Milik Oki Di Tayan

Apabila dalam pemeriksaan nantinya ditemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi, pelaksana diharapkan melakukan perbaikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Sedangkan apabila ditemukan indikasi pelanggaran lain, tindak lanjut sepenuhnya menjadi kewenangan instansi pengawas maupun aparat yang berwenang berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini disusun, kondisi fisik yang menjadi sorotan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak pelaksana dan instansi terkait.

Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan P3-TGAI tersebut guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.

Publik kini menunggu penjelasan: apakah pekerjaan P3-TGAI tersebut telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditetapkan, serta apa penyebab munculnya keretakan pada sejumlah bagian bangunan?

Jawaban dan pemeriksaan teknis diperlukan agar pembangunan irigasi yang dibiayai anggaran negara benar-benar berkualitas, berfungsi optimal, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Apabila hingga berita diterbitkan belum terdapat tanggapan, redaksi akan mencantumkan bahwa upaya konfirmasi telah dilakukan dan tetap membuka ruang hak jawab setelah pemberitaan tayang.”