Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Regional

Festival Kopi Kerinci 2026 Resmi Dibuka, Bupati Dorong Kopi Kerinci Tembus Pasar Internasional

Avatar photo
311
×

Festival Kopi Kerinci 2026 Resmi Dibuka, Bupati Dorong Kopi Kerinci Tembus Pasar Internasional

Sebarkan artikel ini

KERINCI, [Gaperta.id] — Festival Kopi Kerinci Tahun 2026 resmi dibuka oleh Bupati Kerinci, Sabtu (19/9/2026). Mengusung semangat memperkenalkan potensi kopi daerah, festival ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat posisi kopi Kerinci agar semakin dikenal, tidak hanya di pasar nasional, tetapi juga di pasar internasional.

Pembukaan festival dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Perwakilan Gubernur Jambi, Beberapa bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi serta daerah tetangga, Wakil Bupati Kerinci, Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Sungai Penuh, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Sekretaris Daerah Kerinci, kepala instansi vertikal, kepala perangkat daerah, BUMN/BUMD, pelaku usaha, koperasi kopi, penggiat kopi, barista, UMKM, petani dan kelompok tani kopi.

Turut hadir para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, insan pariwisata dan ekonomi kreatif, komunitas kopi serta masyarakat Kabupaten Kerinci.

Jangan Lewatkan :  Presiden Ke 7 Belum Mau Melibatkan Agus Flores Pengacaranya, Masih Banyak Tugasnya Bantu Polri

Dalam sambutannya, Bupati Kerinci menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga Festival Kopi Kerinci 2026 dapat terlaksana.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan selamat datang dan selamat mengikuti Festival Kopi Kerinci Tahun 2026. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga festival ini dapat terlaksana,” ujar Bupati.

Menurutnya, kopi tidak sekadar menjadi komoditas atau minuman, tetapi memiliki keterkaitan erat dengan tanah, alam, petani, budaya, kreativitas hingga kerja keras masyarakat.

“Kopi bukan sekadar minuman. Kopi adalah cerita tentang tanah, alam, petani, budaya, kreativitas dan kerja keras masyarakat,” katanya.

Dorong Hilirisasi dan Nilai Tambah
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong agar komoditas pertanian tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Menurutnya, kopi Kerinci perlu dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah, kualitas serta daya saing sehingga mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Jangan Lewatkan :  BNCT Gelar Problem Solving Workshop untuk Dorong Budaya Continuous Improvement

Festival Kopi Kerinci 2026 juga diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi petani, pelaku usaha, barista, roaster, UMKM, komunitas kopi dan berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan industri kopi.

Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor kopi.

“Kopi adalah salah satu bidang yang memiliki ruang luas bagi kreativitas anak muda. Tidak hanya menjadi petani, tetapi generasi muda dapat mengambil peran sebagai barista, roaster, pengusaha, content creator, desainer kemasan, pemasar digital, pelaku agrowisata hingga inovator produk kopi,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem perkopian yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkreasi dan berwirausaha.

Kopi Kerinci Didorong Semakin Dikenal
Bupati berharap kopi Kerinci tidak hanya dikenal karena bijinya, tetapi juga karena kualitas produk, inovasi dan kreativitas masyarakat yang mengembangkannya.

Festival tersebut sekaligus diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas Kabupaten Kerinci sebagai daerah pertanian, pariwisata dan konservasi.

“Jangan sampai kopi Kerinci hanya dikenal karena bijinya, tetapi harus dikenal karena inovasi, kualitas dan kreativitas masyarakat Kerinci,” tegasnya.

Jangan Lewatkan :  LSM Semut Merah Desak Kejari Tersangkakan Anggota DPRD Yang Terlibat Kasus PJU

Ia berharap pelaksanaan Festival Kopi Kerinci 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha, sekaligus menjadi agenda yang semakin berkualitas pada tahun-tahun mendatang.

Setelah menyampaikan sambutannya, Bupati Kerinci secara resmi membuka Festival Kopi Kerinci Tahun 2026.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Festival Kopi Kerinci Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan pantun bernuansa lokal sebagai gambaran kecintaan masyarakat Kerinci terhadap tanah dan budaya daerah:

Kalu nak tau si bungo tali,
Nyo ditanam dingan batang ranyo.
Kalu nak tau hati lahnyo kami,
Ambiklah pisau belahlah dado.

Festival Kopi Kerinci 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pemasaran, memperkuat identitas kopi Kerinci dan membuka peluang baru bagi petani serta pelaku ekonomi kreatif di daerah.