Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Peristiwa

Lahan Kosong Terbakar di Sungai Gelam, Asap Kepung Permukiman dan Warga Diminta Waspada

Avatar photo
49
×

Lahan Kosong Terbakar di Sungai Gelam, Asap Kepung Permukiman dan Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini

JAMBI, [Gaperta.id] — Kepulan asap dan kobaran api mengusik ketenangan warga di RT 18, Lorong Tridadi Satu, Kecamatan Sungai Gelam, Selasa (29/9/2026), setelah sebuah lahan kosong di kawasan tersebut terbakar.

Dari lokasi, asap tampak menyelimuti sebagian kawasan di sekitar lahan. Sejumlah warga terlihat berada di tepi jalan dan sekitar pagar permukiman sambil memantau perkembangan api yang membakar semak serta vegetasi di dalam area tersebut.

Situasi itu sempat menimbulkan kekhawatiran karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari rumah warga, jaringan listrik dan akses lingkungan.

Meski api terlihat berada di dalam kawasan lahan kosong, perubahan arah angin maupun kondisi semak yang kering berpotensi membuat api merambat apabila tidak segera dikendalikan.

Jangan Lewatkan :  Seorang Pria Ditemukan Meninggal, Kapolsek Sebut Tidak Ditemukan Adanya Kejanggalan

Hingga berita ini diterbitkan, sumber dan penyebab awal kebakaran belum diketahui secara pasti.

Belum diperoleh pula keterangan resmi mengenai apakah api muncul akibat aktivitas pembakaran, faktor kelalaian, maupun penyebab lainnya. Karena itu, pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang diperlukan agar penyebab kejadian tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.

Informasi Kepemilikan Masih Perlu Diverifikasi

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh di lapangan, lahan yang terbakar disebut-sebut milik seseorang bernama Cece Amoy, yang dikenal sebagai pemilik Toko Mas Padi.

Namun, informasi mengenai kepemilikan lahan tersebut belum terkonfirmasi secara resmi kepada pihak yang bersangkutan maupun instansi terkait.

Jangan Lewatkan :  Lapor Komandan, Peristiwa Begal Kembali Terjadi di Kecematan Mersam, Kabupaten Batanghari/Jambi.....!!

Gaperta.id menempatkan informasi tersebut sebagai keterangan awal yang masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

Hal yang lebih mendesak dalam situasi ini adalah memastikan api benar-benar padam dan tidak meninggalkan titik bara yang sewaktu-waktu dapat kembali menyala.

Kebakaran lahan, meskipun terjadi di area kosong, tetap memiliki risiko besar apabila berada berdekatan dengan permukiman.

Selain ancaman rambatan api, asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu jarak pandang dan kenyamanan masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia, serta warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Warga Diminta Tetap Waspada

Masyarakat sekitar diimbau tidak mendekati titik api tanpa perlengkapan memadai dan segera melaporkan apabila menemukan bara atau titik api baru.

Jangan Lewatkan :  Rumah Berlantai Dua Hangus Terbakar Di Dusun Martalaya

Warga juga diharapkan tidak melakukan pembakaran sampah ataupun membuka lahan dengan cara membakar, terlebih ketika kondisi cuaca dan vegetasi memungkinkan api menyebar dengan cepat.

Peristiwa di Lorong Tridadi Satu menjadi pengingat bahwa api kecil di lahan kosong dapat berubah menjadi ancaman besar ketika berada dekat dengan lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Karena itu, langkah cepat dalam pemadaman, pengawasan titik api, serta penelusuran penyebab kejadian menjadi penting agar peristiwa serupa tidak berulang dan keselamatan warga tetap terjaga.

Hingga berita ini diturunkan, Gaperta.id masih berupaya memperoleh keterangan lebih lanjut dari pihak terkait mengenai penyebab kebakaran maupun status kepemilikan lahan tersebut.