Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Regional

EWS: Pemko Dumai Tanam Mangrove

Avatar photo
34
×

EWS: Pemko Dumai Tanam Mangrove

Sebarkan artikel ini

DUMAI, [Gaperta.id] – Pemerintah Kota (Pemko) Dumai secara resmi meluncurkan Early Warning System (EWS) Pemantauan Tinggi Air sekaligus menggelar aksi penanaman mangrove di Pintu Air Jalan Siak, Gang Kakap, Kelurahan Pangkalan Sesai, Selasa (6/10/2026).

Langkah strategis ini menjadi agenda penting dalam rangkaian Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026 di Kota Dumai, sekaligus bentuk komitmen daerah dalam melaksanakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, khususnya terkait penataan tata ruang, mitigasi, dan kesiapsiagaan pra-bencana.

Jangan Lewatkan :  Lama Dinanti, Akhirnya 5 Warga Kristen Dumai Akan Berangkat Wisata Religi ke Israel

Sistem peringatan dini EWS ini memanfaatkan inovasi teknologi Smart River Node berbasis Internet of Things (IoT) dan Edge Computing.

Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu memberikan deteksi dini yang cepat, akurat, dan terintegrasi dalam menghadapi ancaman banjir, pasang air laut (rob), serta cuaca ekstrem di wilayah pesisir Kota Dumai.

Jangan Lewatkan :  Cagub Sumatera Utara Letjen (Purn) Edy Rahmayadi Disambut oleh Balon Bupati Labuhanbatu Utara H.Ahmad Rizal,.SH dan Balon Wabup Darnno di Gunting Saga

Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Kota Dumai menempatkan pencegahan dan kesiapsiagaan sebagai prioritas utama dalam penanggulangan bencana.

Menurutnya, penanganan banjir rob memerlukan sinergi lintas sektor yang solid sesuai amanat regulasi penanggulangan bencana nasional.

“Hari ini kita sedang membangun cara baru Kota Dumai dalam menghadapi risiko bencana. Kita meresmikan Early Warning System pemantauan tinggi air sekaligus melakukan penanaman mangrove sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir Kota Dumai,” ujar Wawako Sugiyarto.

Jangan Lewatkan :  Tingkatkan Kinerja Pemasyarakatan, Karutan Dumai Lakukan Koordinasi dan Konsultasi dengan Sesditjenpas

la menambahkan bahwa BPBD merupakan simpul penggerak yang mengkoordinasikan kekuatan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, TNI-Polri, relawan, hingga masyarakat.