Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Regional

Respon Kabut Asap, PPN RU II Dumai Bagikan Masker Gratis

Avatar photo
40
×

Respon Kabut Asap, PPN RU II Dumai Bagikan Masker Gratis

Sebarkan artikel ini

DUMAI, [Gaperta.id] – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (PPN RU) II Dumai bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa masker guna menanggulangi dampak asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang semakin intens menyelimuti wilayah Kota Dumai dan sekitarnya. Sebanyak 1000 masker KN95 dibagikan kepada masyarakat kota Dumai yang melintas di Jalan Putri Tujuh, tepatnya di depan SPBU COCO Kota Dumai pada Rabu pagi (7/10/2026).

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum mengatakan pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian dan respon cepat Pertamina terhadap masyarakat, seiring dengan dampak paparan asap Karhutla yang mengakibatkan menurunnya kualitas udara di Dumai serta mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.

“Pembagian masker yang dilaksanakan bersinergi bersama dengan stakeholder di Kota Dumai dan rekan-rekan Perwira Kilang Dumai ni menjadi upaya bersama untuk meminimalkan risiko dampak paparan asap karhutla yang kian terasa mengganggu. Ini juga sekaligus menjadi dorongan bagi masyarakat untuk mulai disiplin menggunakan masker saat beraktivitas diluar rumah selama kondisi ini masih terus berlangsung,” ujar Muhammad Rum.

Jangan Lewatkan :  Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Toba 2023-2024 Pimpin Langsung Kapolres Simalungun

Inisiatif ini juga diambil sejalan dengan hasil data pemantauan IQAir pada 7 Oktober 2026 pada pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Udara di Kota Dumai menyentuh angka 102 atau masuk dalam kategori Tidak Sehat. Dengan kondisi tersebut, penggunaan masker sudah seharusnya menjadi langkah proteksi bagi masyarakat untuk meminimalkan dampak risiko kesehatan akibat asap karhutla saat ini.

Aksi tanggap darurat ini sekaligus mencerminkan komitmen nyata Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta senantiasa hadir ditengah masyarakat di berbagai situasi darurat. Pembagian masker ini diinisiasi oleh tim Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dengan berkolaborasi bersama Agent of Change (AOC) Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai serta BPBD dan DPD KNPI Kota Dumai.

Jangan Lewatkan :  BRKS Cabang Dumai Potong THR Guru ASN dan P3K, Ini Klarifikasi Kacab Syahrul

Kolaborasi tersebut memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung upaya mitigasi dampak Karhutla serta memastikan dukungan dapat diberikan secara cepat kepada masyarakat yang terdampak.

Ditempat terpisah, Manager HSSE PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Syahrial Okzani mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pertamina terhadap kondisi masyarakat. Pertamina terus berkomitmen untuk hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi dampak karhutla seperti kabut asap dan lainnya.

“Kami berharap bantuan masker ini dapat membantu masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama ketika kondisi udara kurang baik akibat paparan asap,” sebut Syahrial.

Jangan Lewatkan :  Apel pagi Dinas Pemadam Kebakaran Kecamatan Aek Kuo.

Langkah tanggap ini turut mendapatkan apresiasi dari Kepala BPBD Kota Dumai Wahyu Wicaksono, yang menilai bahwa inisiatif dan kolaborasi lintas sektor tersebut demi kesehatan masyarakat. “Kegiatan pembagian 1.000 masker N95 kepada masyarakat hari ini merupakan bentuk nyata kolaborasi dalam upaya mitigasi dampak Karhutla, khususnya dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari paparan asap dan penurunan kualitas udara,” ujar Kepala BPBD Kota Dumai.

Menurutnya, aksi yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai merupakan contoh konkret peran serta sektor dunia usaha yang memberikan manfaat langsung bagi warga. “Penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, TNI/Polri, komunitas, dan masyarakat menjadi sangat penting, mulai dari pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan dampak bencana,” pungkas Wahyu.