Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Gubernur Al Haris Bersama Bupati Kerinci Monadi, Hadiri Acara Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik

Avatar photo
170
×

Gubernur Al Haris Bersama Bupati Kerinci Monadi, Hadiri Acara Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik

Sebarkan artikel ini

KERINCI, [Gaperta.id] – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., bersama Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., menghadiri acara Kenduri Sko Kedepatian Tanjung Pauh yang berlangsung di Kabupaten Kerinci, Kamis (12/5/2022). Dalam acara adat yang sarat nilai budaya tersebut, Gubernur Al Haris menerima gelar adat “Depati Tiang Negeri” berdasarkan keputusan bersama para tokoh adat dan masyarakat Tanjung Pauh.

Atas penganugerahan gelar adat tersebut, Gubernur Al Haris menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tokoh adat dan masyarakat Tanjung Pauh. Menurutnya, gelar adat yang diberikan bukan sekadar penghormatan, tetapi juga amanah untuk terus menjaga hubungan emosional dan memperkuat silaturahmi dengan masyarakat Kerinci.

“Semoga dengan gelar adat ini, hubungan silaturahmi dan ikatan emosional saya dengan masyarakat Tanjung Pauh semakin erat dan kuat,” ujar Al Haris.

Gubernur menegaskan bahwa Kenduri Sko merupakan tradisi luhur masyarakat Kerinci yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Oleh karena itu, pelaksanaan Kenduri Sko tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi harus terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Kerinci.

Jangan Lewatkan :  Tiga Perwakilan Advokat DPD KAI Kalbar, Ikuti Bimtek Hukum Acara Perselisihan Hasil Pemilu 2024

“Kenduri Sko adalah kekayaan budaya yang sangat berharga. Tradisi ini harus terus dijaga keberlangsungannya melalui keputusan dan komitmen bersama para pemangku adat serta masyarakat,” tegasnya.

Al Haris juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi saat ini memberikan perhatian serius terhadap pelestarian adat dan budaya daerah. Menurutnya, perkembangan zaman telah menyebabkan sebagian masyarakat mulai mengabaikan nilai-nilai dan hukum adat yang selama ini menjadi pedoman kehidupan bermasyarakat.
“Kedepannya, Pemerintah Provinsi Jambi akan melakukan kajian terhadap hukum adat agar keberadaannya semakin kuat dan dapat kembali menjadi pedoman dalam kehidupan sosial masyarakat,” katanya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga generasi muda, untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan adat budaya, khususnya tradisi Kenduri Sko, agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris juga menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jambi senilai Rp25 juta yang diperuntukkan bagi lima desa.

Jangan Lewatkan :  Anak Jantan Batino Tigo Luhah Tanah Sekudung Balahak (Arak arakan) Menuju Lokasi Kampanye Akbar

Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Tanjung Pauh dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhur. Menurutnya, adat, pusaka, dan tradisi turun-temurun merupakan identitas sekaligus kekuatan sosial masyarakat Kerinci yang harus terus dipertahankan.

“Adat lamo, pusako, dan tradisi yang diwariskan nenek moyang merupakan identitas serta kekuatan sosial masyarakat kita. Kita harus menjaga pusat-pusat adat agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Monadi.

Bupati Monadi juga mengapresiasi berbagai ungkapan adat yang masih terpelihara di tengah masyarakat, seperti Iyo-Iyo, Nek Mamak, Depati, Kato Rajo, Kato Melimpah, hingga berbagai tradisi lisan lainnya yang selama ini menjadi fondasi tata kehidupan adat di Kerinci.

Selain menyoroti pentingnya pelestarian budaya, Monadi juga mengingatkan masyarakat terhadap tantangan perkembangan teknologi yang membawa dampak positif sekaligus ancaman bagi kehidupan sosial.

“Kita menghadapi persoalan serius seperti maraknya judi online dan penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak sendi-sendi keluarga dan masyarakat, bahkan berdampak pada meningkatnya angka perceraian. Karena itu, diperlukan peran aktif keluarga, tokoh adat, dan masyarakat dalam melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap generasi muda,” tegasnya.

Jangan Lewatkan :  Enam Wartawan Dumai Terima Kartu Anggota Muda PWI, Ketua PWI Dumai: Jaga Marwah Organisasi

Ia juga mengajak para orang tua untuk menjadi teladan bagi anak-anak dalam menanamkan nilai-nilai kearifan lokal, kedisiplinan, serta kemampuan menghadapi tantangan era digital.

“Adat nenek moyang kita dahulu sangat menekankan pentingnya ketahanan pangan. Banyak pemukiman dibangun berdekatan dengan sumber air dan lahan pertanian. Karena itu, mari kita pertahankan dan hidupkan kembali fungsi sawah sebagai bagian dari ketahanan pangan keluarga dan desa,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci Novra Wenti Monadi, S.Pd., Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., bersama Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep. Wakil Bupati Kerinci, Wakil Wali Kota Sungai Penuh beserta, Beberapa Jajaran OPD Pemerintah Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Penulis: RD