BELAWAN, [Gaperta.id] – Kebakaran terjadi di lahan milik PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo di kawasan Pelabuhan Gabion Belawan, tepatnya melewati Gate 3, dekat perusahaan aspal PT ABS, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (11/10/2026).
Peristiwa ini bukan sekadar soal munculnya api. Kondisi lahan yang dipenuhi semak belukar dan ilalang di sepanjang jalur pelabuhan turut memunculkan pertanyaan serius mengenai pemeliharaan, pengawasan, dan upaya pencegahan kebakaran terhadap aset milik Pelindo.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran kabel untuk mengambil tembaga di dalamnya. Aktivitas tersebut diduga dilakukan seseorang yang disebut sebagai pengumpul barang bekas atau botot. Namun, dugaan ini belum terverifikasi dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
LAHAN PENUH ILALANG, SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB?
Pantauan dan informasi lapangan menyoroti kondisi sejumlah lahan di sepanjang Jalan Pelabuhan Gabion Belawan, khususnya dari kawasan Gate 3, yang ditumbuhi semak belukar dan ilalang.
Jika dibiarkan mengering, tumbuhan tersebut dapat menjadi bahan bakar yang mempercepat penyebaran api ketika tersulut sumber panas. Kondisi ini semestinya menjadi perhatian dalam pengelolaan kawasan pelabuhan, terlebih di area yang memiliki aktivitas industri dan logistik.
Situasi tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan mendasar: apakah pemeriksaan dan pembersihan lahan dilakukan secara berkala? Bagaimana pengawasan terhadap aktivitas pembakaran di sekitar aset pelabuhan? Dan langkah konkret apa yang disiapkan untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang?
Pertanyaan ini penting dijawab secara terbuka agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai kondisi aset dan langkah mitigasi risiko kebakaran di kawasan Gabion Belawan.
HUMAS PELINDO: PERLU KONFIRMASI KE LAPANGAN
Saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut, Humas Pelindo Regional 1 Cabang Belawan, Riska, menyampaikan bahwa dirinya perlu mengecek informasi ke lapangan terlebih dahulu.
“Saya perlu konfirmasi dulu ke lapangan, Pak,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi awal proses konfirmasi yang perlu ditindaklanjuti dengan penjelasan mengenai penyebab kebakaran, kondisi lahan, jadwal pemeliharaan, serta langkah pengamanan aset di kawasan tersebut.
Sebagai pengelola kawasan pelabuhan strategis, Pelindo perlu memberikan informasi yang jelas mengenai tindak lanjut atas kejadian ini. Publik berhak mengetahui bagaimana risiko kebakaran dikelola dan bagaimana keamanan aset dijaga.
JANGAN TUNGGU API MEMBESAR
Kebakaran ini menjadi pengingat bahwa pencegahan tidak boleh hanya dilakukan setelah insiden terjadi. Pembersihan vegetasi kering, pengawasan aktivitas berisiko, serta pemeriksaan berkala merupakan langkah yang patut dievaluasi untuk mengurangi potensi kebakaran.
Pelindo Regional 1 Cabang Belawan diharapkan segera memberikan keterangan resmi dan memastikan kondisi lahan yang berpotensi rawan kebakaran mendapat penanganan sesuai kebutuhan.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kebakaran, identitas pihak yang diduga terlibat, serta status pemeliharaan lahan belum terkonfirmasi secara resmi.














