JAMBI, [Gaperta.id] — Hujan mulai turun di sejumlah wilayah Provinsi Jambi, namun persoalan kekeringan belum sepenuhnya berakhir. Di beberapa daerah, masyarakat masih menghadapi keterbatasan sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut menjadi perhatian jajaran Satuan Brimob Polda Jambi. Melalui Batalyon B Pelopor, personel Brimob kembali turun langsung ke masyarakat untuk menyalurkan bantuan air bersih.
Pada Jumat (25/9/2026), bantuan didistribusikan ke Pondok Pesantren Istiqomatuddin Darul Mu’arif, Desa Simpang Limbur, Kabupaten Merangin.
Kegiatan dipimpin Wadanki 1 Batalyon B Pelopor, Iptu Eka Purwanta, S.E., bersama sejumlah personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jambi.
Bantuan tersebut diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para santri dan penghuni pondok pesantren yang masih terdampak keterbatasan ketersediaan air bersih.
Di tengah kondisi cuaca yang mulai berubah, persoalan kekeringan ternyata masih menyisakan dampak. Turunnya hujan belum serta-merta membuat seluruh sumber air kembali normal, sehingga sebagian masyarakat masih membutuhkan suplai dari luar.
Brimob Turun di Tengah Kebutuhan Warga
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji, mengatakan distribusi air bersih merupakan bagian dari kepedulian Polri terhadap masyarakat yang masih menghadapi kesulitan memperoleh air.
“Meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah, kita tetap melihat masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih. Polri melalui jajaran Satbrimob Polda Jambi akan terus hadir dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Erlan.
Menurutnya, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban.
Dalam situasi tertentu, Polri juga dituntut merespons kebutuhan sosial yang langsung dirasakan warga, termasuk ketika masyarakat menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan paling mendasar seperti air bersih.
Bagi pondok pesantren, ketersediaan air memiliki peranan penting karena digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi, memasak, kebersihan hingga aktivitas sehari-hari para santri.
Karena itu, pasokan air bersih menjadi sangat berarti ketika sumber air di lingkungan sekitar belum mampu memenuhi kebutuhan secara normal.
Bukan Sekadar Bantuan Sesaat
Erlan berharap distribusi tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat dan penghuni pondok pesantren selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat. Semangat gotong royong dan kepedulian harus terus kita jaga, terutama dalam menghadapi kondisi kekeringan dan keterbatasan air bersih,” jelasnya.
Satbrimob Polda Jambi menyatakan akan terus memantau wilayah-wilayah yang masih membutuhkan bantuan.
Pemantauan tersebut penting karena dampak kekeringan dapat berbeda di setiap wilayah. Meski hujan telah turun di satu tempat, daerah lain belum tentu mengalami pemulihan sumber air dalam waktu yang sama.
Karena itu, respons cepat terhadap laporan dan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dapat disalurkan ke lokasi yang benar-benar membutuhkan.
Di balik distribusi air bersih tersebut, ada pesan sederhana namun penting: hujan yang mulai turun belum berarti persoalan kekeringan benar-benar selesai.
Selama masih ada masyarakat yang kesulitan memperoleh air, bantuan seperti ini tetap menjadi kebutuhan nyata—bukan sekadar kegiatan seremonial.














