JAKARTA, [gaperta.id] – Capaian penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) secara nasional mencapai 87,63 persen. Angka tersebut telah melampaui target pemerintah sebesar 87 persen pada 2029.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyampaikan capaian tersebut dalam Upacara Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) 2026 di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
“LP2B secara nasional telah mencapai 87,63 persen, ini melampaui target 87 persen sebagaimana diamanatkan dalam RPJMN 2029,” ujar Nusron.
Meski telah melampaui target, pemerintah masih mendorong percepatan perlindungan lahan pertanian. Data LP2B yang telah diusulkan pemerintah daerah perlu segera diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Nusron meminta dukungan para kepala daerah untuk mempercepat proses integrasi tersebut. Menurutnya, tata ruang harus menjadi pijakan dalam setiap rencana pembangunan agar pemanfaatan ruang berlangsung tertib dan berkelanjutan.
“Setiap pembangunan harus mengacu kepada RTR agar pemanfaatan ruang berlangsung secara tertib, berkelanjutan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun dunia usaha,” tegasnya.
Capaian LP2B tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga lahan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.














