KUALA TUNGKAL, [Gaperta.id] — Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) PAMSAKA bersama Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal (UINKA) melakukan penanaman pohon di lingkungan kampus, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mendorong terwujudnya konsep Green Campus.
Penanaman pohon menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan di kalangan civitas akademika. Gerakan tersebut juga melanjutkan edukasi lingkungan yang sebelumnya diperkenalkan MAPALA PAMSAKA kepada mahasiswa baru melalui rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).
Foto bersama Setelah Penahanan di Campus Uinka Kuala Tungkal
Rektor UINKA, Dr. H. Heru Setiawan, S.Pd.I., M.Pd.I., mengapresiasi inisiatif mahasiswa tersebut. Ia berharap pohon yang telah ditanam tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dirawat dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif MAPALA PAMSAKA. Gerakan penanaman pohon ini merupakan kegiatan positif yang perlu didukung bersama,” ujar Heru.
Ketua MAPALA PAMSAKA, Maya Silpani, mengatakan penanaman pohon merupakan bentuk kontribusi sederhana mahasiswa terhadap lingkungan kampus.
Menurutnya, momentum PBAK dan peringatan kemerdekaan perlu diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.
“Kami ingin momentum PBAK dan HUT Kemerdekaan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan. Ini adalah langkah kecil MAPALA PAMSAKA bersama UINKA untuk mendorong terwujudnya Green Campus,” kata Maya.

Ia menegaskan, penghijauan kampus tidak cukup hanya dengan menanam pohon. Perawatan tanaman, pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta edukasi lingkungan perlu menjadi bagian dari gerakan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Kolaborasi MAPALA PAMSAKA dan UINKA diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun program lingkungan yang lebih terstruktur. Dengan demikian, konsep Green Campus tidak berhenti sebagai slogan, tetapi berkembang menjadi budaya bersama di lingkungan perguruan tinggi.
“Menanam hari ini, menghijaukan kampus untuk generasi mendatang.”














