Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Sosial

Sosialisasi Pemanfaatan Sekam Bakar Padi sebagai Media Tumbuh untuk Produksi Tanaman Sayuran di SMK Negeri 2 Rantau Utara

Avatar photo
235
×

Sosialisasi Pemanfaatan Sekam Bakar Padi sebagai Media Tumbuh untuk Produksi Tanaman Sayuran di SMK Negeri 2 Rantau Utara

Sebarkan artikel ini

Sosialisasi Pemanfaatan Sekam Bakar Padi sebagai Media Tumbuh untuk Produksi Tanaman Sayuran di SMK Negeri 2 Rantau Utara

Labuhanbatu, Rabu ( 26 Agustus 2026)

Dosen Universitas Labuhanbatu yang di ketuai Fauziah Hanum dengan anggota Kamsia Doriana Sitanggang, Ade Trya Amanda, Moh Bachtiar Zaenal Habibi, Ahmad Pardomuan Rizqi, melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat  ( PKM ) di SMK Negeri 2 Rantau Utara jalan W. R Supratman No.1 Rantauprapat, Labuhanbatu,  Sumatera Utara.

Acara ini juga di hadiri oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK 2 Rantau Utara Romauli Simanjuntak, S.Pd,M.Pd, Ketua Program Studi Agribisnis Tanaman Perkebunan Subhan Nasutian, S.P, Msi, 5 orang guru produktif SMK Negeri 2 Rantau Utara jurusan Agribisnis, 25 orang siswa SMK Negeri 2 Rantau Utara jurusan Agrebisnis, 3 orang tim pelaksana PKM.

Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan PKM yaitu menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, demontrasi, praktik langsung, pendampingan dan evaluasi.

Adapun persiapan yang dlakukan adalah:
1). mempersiapkan media tanam ,
2). pembuatan media tanam ( polibag) dengan ukuran 35 cm x 40 cm ,
3). 5 sak sekam bakar padi yang diperoleh dari kilang padi
4). penanaman sayuran ( pakcoy/ sawi/ bayam),
5) Pemeliharaan, hingga evaluasi produksi. Metode pelaksanaan dengan menggunakan pendekatan partisipatif, yaitu melibatkan guru dan siswa secara aktif dalam setiap tahap kegiatan.

Pada tahap ini tim ketua PKM Ibu Fauziah Hanum memberikan penjelasan mengenai manfaat sekam bakar padi sebagai media tanam, karakteristiknya, serta manfaatnya bagi pertumbuhan tanaman sayuran. Demonstrasi, Tim pelaksana PKM ibu Kamsia memperagakan cara menyiapkan media tanam, mencampur sekam bakar dengan bahan lain, serta melakukan penanaman sayuran.

Praktik langsung,Tim Pelaksana PKM ibu Ade Trya Amanada memandu siswa secara bersama-sama melakukan praktik secara langsung. Siswa melakukan dengan sendiri proses pengisian polybag, penyemaian atau penanaman, pemeliharaan, hingga panen sayuran.

Jangan Lewatkan :  Lapor Pak Kapolres Labuhanbatu!! Masyarakat Tebinglingahara Baru Resah Kehilangan Buah Sawit, Diduga Pengedar Narkoba Main Terbang

Untuk Tim Pendampingan, Guru dan tim pelaksana mendampingi siswa selama perawatan tanaman agar penggunaan media sekam bakar dilakukan dengan tepat.

Evaluasi, Pada tahap ini evaluasi dilakukan melalui pengamatan keterlibatan siswa, pertumbuhan tanaman, dan hasil produksi sayuran.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh tim PKM dalam Pemanfaatan Sekam Bakar Padi Sebagai Media Tumbuh Untuk Produksi Tanaman Sayuran Di SMK Negeri 2 Rantau Utara yaitu :

Tahap Persiapan, Pada Kegiatan awal , tim PKM melakukan :
1. Koordinasi dengan pihak sekolah mengenai lokasi, jadwal, dan peserta kegiatan
2. Siswa menentukan jenis sayuran yang akan ditanam, misalnya kangkung, sawi, pakcoy, bayam, atau selada.
3. Menyiapkan alat dan bahan, seperti sekam bakar, tanah, kompos/pupuk kandang, polybag, benih sayuran, air, alat semai, dan alat penyiraman serta menentukan area praktik, misalnya halaman sekolah, kebun sekolah, atau lahan kosong yang tersedia.

Tahap Sosialisasi dan Penyuluhan

1. Pada tahap ini Siswa diberikan penjelasan mengenai:
2. Pengertian dan manfaat sekam bakar sebagai media tumbuh.
3. Keunggulan sekam bakar, seperti ringan, porous, mampu menyimpan air, dan membantu aerasi akar tanaman.
4. Cara membuat campuran media tanam yang baik.
5. Teknik budidaya sayuran sederhana dalam polybag.
6. Pentingnya pemanfaatan limbah pertanian secara ramah lingkungan. Dalam tahap ini metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, tanya jawab dan diskusi kelompok.

Tahap Demonstrasi Pembuatan Media Tanam, Tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat memperagakan cara membuat media tanam menggunakan sekam bakar. Media dapat dibuat dengan komposisi : 2 bagian tanah, 1 bagian sekam bakar dan 1 bagian kompos atau pupuk kandang.

Semua bahan dicampur secara merata, kemudian dimasukkan ke dalam polybag atau wadah tanam. Demonstrasi dilakukan agar siswa memahami langkah kerja sebelum melakukan praktik mandiri.

Jangan Lewatkan :  Jaga Kamtibmas, Polsek Sengah Temila Sambangi Warga dan Pasar

Tahap Praktik Penanaman Sayuran

Tim Pelaksana pengabdian kepada masyarakat membagi siswa dalam beberapa kelompok untuk melakukan praktik yang meliputi:
Menyiapkan polybag dengan ukuran 35cm x 40 cm yang telah diisi media tanam. Menyemai benih sayuran atau menanam bibit (bibit pakcoy/ bibit sawi/ bayam) yang telah tersedia, Menanam bibit pada kedalaman yang sesuai., Menyiram tanaman secukupnya, Memberi label pada setiap kelompok tanaman., Menempatkan tanaman pada lokasi yang mendapat cahaya matahari cukup.

Tahap Pendampingan dan Pemeliharaan
Tim Pelaksana pengabdian kepada masyarakat melakukan Pendampingan selama masa pertumbuhan tanaman. Kegiatan pemeliharaan meliputi:
Penyiraman secara rutin, Penyiangan gulma, Penggantian tanaman yang tidak tumbuh, Pemberian pupuk organik tambahan bila diperlukan, Pengamatan pertumbuhan tanaman, seperti tinggi tanaman, jumlah daun, dan kondisi daun. Dalam hal ini siswa dapat membuat jadwal piket untuk merawat tanaman secara bergantian.

Tahap Panen dan Evaluasi

Pada tahap ini yaitu tahap panen, setelah sayuran siap dipanen, dilakukan kegiatan panen bersama. Selanjutnya dilakukan evaluasi untuk mengetahui: Keberhasilan pertumbuhan tanaman pada media sekam bakar, Tingkat keterlibatan siswa dalam kegiatan, Pemahaman siswa terhadap pemanfaatan sekam bakar, Kendala yang ditemukan selama proses budidaya, Rencana keberlanjutan kegiatan melalui kebun sekolah atau program kewirausahaan siswa.

Sosialisasi dan penyuluhan serta penyampaian materi dilakukan oleh narasumber agar wawasan dan pegetahuan siswa tentang tentang manfaat sekam bakar sebagai media tumbuh tanaman, keunggulan sekam bakar,cara membuat campuran media tanam yang baik.

Pemanfaatan Sekam Bakar Padi sebagai Media Tumbuh untuk Produksi Tanaman Sayuran di SMK Negeri 2 Rantau Utara dilakukan agar siswa mampu melatih keterampilan psikomotoriknya artinya bahwa siswa terampil dalam mengolah limbah pertanian (waste management) dan mencampur media tanam secara presisi berdasarkan rasio ilmiah.

Jangan Lewatkan :  Kapolda Jambi Terima Silaturahmi Kepala Pengadilan Tinggi Jambi, Perkuat Sinergi Antar Lembaga Penegak Hukum

Selain itu siswa dapat menerapkan dari Teori yang diperolehnya untuk langsung di Praktikkan artinya dapat membantu siswa membuktikan secara langsung teori kesuburan tanah, aerasi, drainase, dan pengaruh porositas media terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman.

Pemanfaatan sekam bakar dapat membantu siswa dalam Pengenalan Karakteristik Media Tanam artinya siswa diajarkan untuk mengenali perbedaan sifat fisik dan kimia antara sekam mentah, sekam bakar, dan tanah top soil.

Oleh karena itu dengan adanya pemanfaatan sekam bakar padi sebagai media tumbuh untuk produksi tanaman sayuran di SMK Negeri 2 Rantau Utara mengedukasi warga sekolah untuk memanfaatkan limbah lokal dan mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan sekam padi yang sering sekali dibuang oleh kilang penggilingan padi dan dapat dijadikan motivasi bagi warga sekolah untuk pentingnya zero waste ( bebas sampah ) dalam pertanian modren melalui daur ulang bahan organik.

KESIMPULAN

Kegiatan Pemanfaatan sekam bakar padi sebagai media tumbuh untuk produksi tanaman di SMK Negeri 2 Rantau Utara, dapat ditarik kesimpulan bahwa sekam bakar padi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media tanam yang baik dan mudah diperoleh.

Sekam bakar memiliki struktur yaang ringan dan berpori yang dapat membantu memperbaiki aerasi media tanam, sehingga mendukung pertumbuhan akar tanaman. Pemanfaatan sekam bakar padi juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangilimbah hasil pertanian yang sering kali dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain memiliki manfaat bagi pertumbuhan tanaman, Kegitan PKM ini dapat meningkatkan kepedulian siswa terhadap pemanfaatan limbah organik yang ramah lingkungan dan sekaligus memberikan nilai edukatif bagi siswa SMK Negeri 2 Rantau Utara.