Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
TNI/POLRI

Tongkat Komando Polda Jambi Berganti, Irjen Pol Widodo Dipercaya Gantikan Irjen Pol Krisno H. Siregar

Avatar photo
112
×

Tongkat Komando Polda Jambi Berganti, Irjen Pol Widodo Dipercaya Gantikan Irjen Pol Krisno H. Siregar

Sebarkan artikel ini

JAMBI, [Gaperta.id] — Kepemimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Jambi memasuki babak baru. Di tengah tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, pergantian pucuk pimpinan menjadi bagian dari dinamika organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Melalui kebijakan mutasi yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, jabatan Kapolda Jambi dipercayakan kepada Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Kapolda Gorontalo.

Sementara itu, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., yang sebelumnya memimpin Polda Jambi, mendapatkan penugasan baru sebagai Perwira Tinggi (Pati) Bareskrim Polri.

Pergantian tersebut merupakan bagian dari mutasi terhadap 88 perwira tinggi Polri yang tercantum dalam kebijakan rotasi jabatan tersebut.

Surat telegram yang ditandatangani Wakapolri Komjen Pol. Dr. Wahyu Hadiningrat, S.I.K., M.H., itu menjadi dasar administratif penugasan para perwira tinggi dalam struktur organisasi Polri.

Namun, pergantian kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan perubahan jabatan. Di baliknya terdapat tanggung jawab untuk memastikan pelaksanaan tugas kepolisian tetap berjalan, termasuk menjaga stabilitas keamanan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Mutasi Merupakan Bagian dari Pembinaan Organisasi

Menanggapi pergantian tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, menjelaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dilaksanakan dalam tubuh Polri.

Jangan Lewatkan :  Danrem 042/Gapu Terima Penyerahan Jabatan Kasrem 042/Gapu, Tegaskan Soliditas dan Dedikasi Prajurit

Menurutnya, pergantian pimpinan menjadi bagian dari pembinaan karier personel sekaligus upaya menjaga kesinambungan organisasi agar mampu menjalankan tugas secara efektif.

“Mutasi dan pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus proses pembinaan karier personel. Hal ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan organisasi serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.

Penjelasan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pergantian pejabat merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan yang telah berjalan di lingkungan kepolisian.

Dengan demikian, pelaksanaan tugas pada setiap satuan kerja diharapkan tetap berlangsung sebagaimana mestinya, meskipun terdapat perubahan dalam struktur kepemimpinan.

Apresiasi atas Pengabdian Kapolda Sebelumnya

Dalam kesempatan yang sama, Erlan Munaji menyampaikan apresiasi atas pengabdian Irjen Pol. Krisno H. Siregar selama memimpin Polda Jambi.

Pergantian pimpinan menjadi momentum untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dilaksanakan, sekaligus mempersiapkan berbagai agenda kepolisian di bawah kepemimpinan yang baru.

Polda Jambi, menurut Erlan, menghargai dedikasi pejabat sebelumnya dan siap mendukung pelaksanaan tugas Irjen Pol. Widodo yang mendapatkan kepercayaan untuk memimpin kepolisian di Provinsi Jambi.

“Polda Jambi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian Irjen Pol. Krisno H. Siregar selama memimpin Polda Jambi. Selanjutnya, Polda Jambi siap mendukung pelaksanaan tugas dan kepemimpinan Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H. sebagai Kapolda Jambi,” jelasnya.

Jangan Lewatkan :  Team Macan Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 7 Pelaku Pungli dan 4 Pelaku Tawuran Saat Patroli Malam

Pernyataan tersebut memperlihatkan pentingnya menjaga kesinambungan kerja dalam setiap pergantian pimpinan.

Sebab, setiap kebijakan dan program yang telah berjalan memerlukan koordinasi antarsatuan agar tidak terhenti hanya karena adanya rotasi jabatan.

Di sisi lain, kepemimpinan yang baru juga memiliki ruang untuk melanjutkan dan mengembangkan langkah-langkah organisasi sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan tugas kepolisian.

Pelayanan Masyarakat Tidak Boleh Terhenti

Salah satu penekanan yang disampaikan Kabid Humas Polda Jambi adalah pentingnya menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat selama proses pergantian kepemimpinan.

Menurutnya, seluruh jajaran Polda Jambi tetap berkomitmen menjalankan tugas secara profesional, baik dalam memberikan perlindungan, pengayoman, maupun pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut menjadi perhatian karena tanggung jawab kepolisian tidak hanya berada pada tingkat pimpinan, tetapi juga melekat pada seluruh personel yang menjalankan tugas di lapangan.

Mulai dari pelayanan administratif, penanganan laporan masyarakat, penegakan hukum, hingga pemeliharaan keamanan dan ketertiban, seluruhnya diharapkan tetap berjalan tanpa terganggu oleh perubahan jabatan.

“Pergantian pimpinan tidak mengubah komitmen Polda Jambi dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Seluruh jajaran akan tetap bekerja secara profesional dan melanjutkan program-program yang telah berjalan,” tegas Erlan Munaji.

Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Jangan Lewatkan :  Galian C Tanpa Izin Dilaporkan, Kasat Reskrim Kanit Tepidter Terlibat Penanganan Kasus

Sebab, bagi masyarakat, pergantian pejabat bukan sekadar perubahan nama dalam struktur organisasi. Hal yang lebih penting adalah terjaminnya pelayanan yang berkelanjutan, respons terhadap persoalan keamanan, serta penanganan perkara yang dilaksanakan sesuai ketentuan hukum.

Kepemimpinan Baru, Tanggung Jawab Berkelanjutan

Penunjukan Irjen Pol. Widodo sebagai Kapolda Jambi melalui surat telegram mutasi menjadi awal dari proses peralihan kepemimpinan di lingkungan Polda Jambi.

Setelah proses administrasi dan serah terima jabatan dilaksanakan sesuai ketentuan, kepemimpinan yang baru akan melanjutkan tanggung jawab organisasi dalam menjaga keamanan serta menjalankan fungsi kepolisian di wilayah Provinsi Jambi.

Dalam proses tersebut, soliditas internal dan koordinasi antarjajaran menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh tugas tetap berjalan secara berkesinambungan.

Pergantian pimpinan juga menjadi momentum bagi setiap satuan kerja untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan mengevaluasi berbagai program yang telah berjalan.

Sementara itu, masyarakat tetap memiliki harapan terhadap pelayanan kepolisian yang profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum.

Pada akhirnya, keberlanjutan tugas kepolisian tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang menduduki jabatan Kapolda, tetapi juga oleh bagaimana seluruh jajaran menjalankan tanggung jawabnya kepada masyarakat.

Tongkat komando dapat berganti tangan, tetapi tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat harus tetap menjadi tanggung jawab yang tidak pernah terhenti.

Penulis: Donal SEditor: Gaperta.id