KERINCI, [Gaperta.id] — Sorak kemenangan pecah di Lapangan Sigegar Bumi, Desa Siulak Panjang, Jumat (25/9/2026). Di hadapan publik sendiri, tim pelajar Kabupaten Kerinci menutup perjalanan Gala Siswa Indonesia (GSI) SMP Tingkat Provinsi Jambi 2026 dengan hasil terbaik: menjadi juara.
Kerinci memastikan gelar tersebut setelah menundukkan Kabupaten Sarolangun dengan skor 4-2 pada laga final. Kemenangan itu membuat Kerinci mencatat dua pencapaian sekaligus—sukses sebagai tuan rumah dan tampil sebagai kampiun kompetisi.
Namun di balik selebrasi, medali dan trofi yang terangkat, tersimpan tantangan yang jauh lebih besar.

Apa yang akan dilakukan setelah gelar juara diraih?
Sebab dalam sepak bola usia pelajar, kemenangan di satu turnamen bukanlah garis akhir. Justru dari sinilah proses pembinaan yang sesungguhnya dimulai.
Bukan Hanya Juara, Kerinci Juga Lahirkan Pemain Terbaik dan Top Skor
Keberhasilan Kerinci terasa semakin lengkap setelah dua pemainnya meraih penghargaan individu.
Iqbal Alrohim dari SMPN 6 Kerinci dinobatkan sebagai pemain terbaik, sementara Fabio Ajun Milano atau Ajun dari SMPN 34 Kerinci keluar sebagai top skor turnamen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Kerinci bukan hanya terletak pada permainan tim, tetapi juga pada munculnya individu-individu muda yang mampu mencuri perhatian sepanjang kompetisi.
Sementara itu, Kabupaten Sarolangun harus puas menempati posisi kedua. Posisi ketiga diraih Kabupaten Muaro Bungo setelah mengalahkan Kota Jambi.
Catatan itu akan tersimpan dalam sejarah GSI SMP Provinsi Jambi 2026. Tetapi bagi pembinaan sepak bola, sejarah akan jauh lebih berarti apabila prestasi hari ini mampu melahirkan prestasi baru pada tahun-tahun berikutnya.
Al Fikri: Jangan Berhenti pada Trofi
Ketua PSSI Kabupaten Kerinci, Al Fikri, A.Md., menyampaikan apresiasi kepada para pemain, pelatih, sekolah, orang tua dan seluruh pihak yang terlibat dalam perjalanan tim Kerinci hingga meraih juara.
Bagi Al Fikri, kemenangan tersebut tidak semata-mata tentang skor akhir.
“Ini bukan hanya tentang sebuah gelar juara. Ini adalah hasil dari kerja keras, kedisiplinan, latihan dan keberanian anak-anak kita untuk bermimpi lebih besar. Jadikan kemenangan ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan berkembang,” ujar Al Fikri.
Pesan tersebut menjadi penting karena pembinaan sepak bola usia muda membutuhkan proses panjang.
Seorang pemain tidak otomatis menjadi pesepak bola hebat hanya karena pernah mengangkat trofi pada satu turnamen. Talenta tetap membutuhkan latihan terarah, kompetisi rutin, pendampingan pelatih yang kompeten serta lingkungan pembinaan yang mampu menjaga perkembangan pemain dari satu jenjang ke jenjang berikutnya.
Pekerjaan Besar Justru Dimulai Setelah Menjadi Juara
Keberhasilan GSI 2026 sekaligus membuka pekerjaan rumah bagi sepak bola Kerinci.
Para pemain yang telah menunjukkan kualitas di tingkat provinsi perlu mendapat ruang yang cukup untuk terus berkembang. Kesempatan bertanding, seleksi berjenjang dan pembinaan lanjutan menjadi penting agar talenta yang muncul tidak berhenti setelah turnamen selesai.
Di sinilah tantangan PSSI Kabupaten Kerinci dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola daerah dimulai.
Pertanyaannya kini bukan lagi semata-mata siapa yang menjadi juara, melainkan bagaimana pemain-pemain muda tersebut dijaga perkembangannya.
Akankah pemain terbaik dan top skor mendapat pembinaan lanjutan?
Akankah mereka memperoleh kompetisi yang berkesinambungan?
Dan apakah prestasi GSI 2026 mampu menjadi titik awal lahirnya generasi baru pesepak bola Kerinci?
Pertanyaan tersebut menjadi penting apabila kemenangan kali ini ingin dijadikan fondasi pembinaan, bukan sekadar catatan prestasi tahunan.
PSSI Kabupaten Kerinci menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pembinaan usia dini serta membuka ruang bagi pemain muda agar mampu berkembang dan bersaing pada level yang lebih tinggi.
“Juara Bukan Akhir Perjalanan”
Al Fikri juga mengingatkan para pemain agar tidak terlena dengan keberhasilan yang baru saja diraih.
“Kalian boleh bangga hari ini, tetapi jangan pernah berhenti berlatih. Juara bukan akhir perjalanan, melainkan awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Tetap rendah hati, jaga sportivitas, hormati lawan dan terus kejar cita-cita kalian,” pesannya.
Menurutnya, mental seorang atlet tidak hanya diuji ketika menghadapi tekanan pertandingan, tetapi juga ketika harus mempertahankan semangat setelah meraih kemenangan.
Trofi GSI SMP Provinsi Jambi 2026 kini telah menjadi milik Kerinci.
Namun ukuran keberhasilan yang lebih besar akan terlihat pada tahun-tahun mendatang: apakah dari lapangan pelajar ini akan lahir pemain-pemain Kerinci yang mampu melangkah lebih jauh membawa nama daerah ke tingkat provinsi, nasional, bahkan lebih tinggi.














