Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
BeritaRegional

Wali Kota Paisal Dampingi Direktur RSUD dr Suhatman MARS Tandatangani MoU Layanan Jantung

Avatar photo
35
×

Wali Kota Paisal Dampingi Direktur RSUD dr Suhatman MARS Tandatangani MoU Layanan Jantung

Sebarkan artikel ini

DUMAI, [Gaperta.id] – Wali Kota Dumai H. Paisal menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS/MoU) antara “RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita” Jakarta sebagai koordinator dengan Direktur RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sebagai pengampu regional, serta direktur 12 RSUD kabupaten/kota se-Provinsi Riau. MoU berlangsung di halaman gedung pengobatan sakit jantung RSUD Dumai, Jumat, 5 Juni 2026.

Penandatanganan MoU menandai dimulainya kegiatan Protocship Intervensi Nonbedah (INB), yaitu program pendampingan, pengawasan, dan alih teknologi di bidang medis perdana tingkat Provinsi Riau tahun 2026. Program ini berfokus pada layanan kardiologi atau jantung dan pembuluh darah.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Dumai Paisal menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas dukungan terhadap RSUD Dumai hingga dapat menjadi rumah sakit rujukan penyakit jantung.

Jangan Lewatkan :  PT Pelindo Multi Terminal pastikan pelayanan penumpang dan barang aman Jelang Nataru

“Hari ini pertama kali kami luncurkan layanan jantung di RSUD Dumai. RSUD Dumai bisa menjadi tempat rujukan pasien penyakit jantung. Pelayanan langsung dilakukan dokter kami, dengan pengampu dari tingkat nasional dan provinsi. Sekarang pasien tidak perlu dirujuk ke Pekanbaru lagi karena RSUD Dumai sudah memiliki tiga dokter jantung yang kompeten,” ujarnya.

Ia berharap pasien dari Bengkalis dan Rokan Hilir dapat dirujuk ke RSUD Dumai. Menurutnya, fasilitas dan sumber daya manusia untuk layanan jantung sudah lengkap.

“Semuanya sudah lengkap, mulai dari peralatan hingga dokternya. Dokter untuk pelayanan jantung sudah ada, dan RSUD Dumai juga bisa menjadi tempat rujukan layanan jantung dari luar Kota Dumai,” harapnya.

Disampaikan Direktur RSUD dr. Suhatman, MARS., Kota Dumai, dr. Eka Viora Effendi, bahwa teknologi yang ada di RSUD sudah tersedia beberapa waktu lalu, bahkan teknologi nya setara dengan RS Jantung Harapan Kita Jakarta. “Namun kami harus menunggu ketiga dokter tersebut selesai pendidikan keterampilan agar bisa mengoperasikan teknologi itu,” ucap Eka Viora Effendi kepada Jurnalis.

Jangan Lewatkan :  MMCP Siap Dukung Paisal 2 Periode

“Fungsi teknologi yang kita miliki juga bisa mendeteksi berapa persen penyumbatan pembuluh darah di tubuh. Saat ini biaya pelayanan terhadap pasien sakit jantung ditanggung lewat BLUD RSUD. Dengan MoU hari ini, kami berharap BPJS Kesehatan bisa mengambil alih beban biaya kesehatan pasien jantung,” pungkas Eka Viora Effendi tersenyum.

Untuk diketahui, rekam medis RAWAT JALAN layanan kasus sakit jantung di RSUD dr Suhatman Dumai sejak tahun 2021 menerima kunjungan penyakit jantung/pembuluh darah sebanyak 1.234 pasien. Tahun 2022 sebanyak 1.187 pasien. Tahun 2023 sebanyak 2.012 pasien. Tahun 2024 sebanyak 1.229 pasien. Tahun 2025 sebanyak 11.958 pasien.

Jangan Lewatkan :  Polres Dumai Lawan Narkoba, Unit Reskrim Polsek Bukit Kapur Polres Dumai Berhasil Ungkap Pelaku Pengedar Narkoba, Seorang Pria Bersama Barang Bukti Sabu Diamankan

Adapun jumlah pasien penyakit jantung/pembuluh darah RAWAT INAP sejak tahun 2021 sebanyak 543 pasien, yang meninggal sebanyak 33 orang. Tahun 2022 sebanyak 800 pasien, meninggal sebanyak 59 orang. Tahun 2023 sebanyak 604 pasien, meninggal sebanyak 3 orang. Tahun 2024 sebanyak 455 pasien, meninggal sebanyak 36 orang. Tahun 2025 sebanyak 1.493 pasien, meninggal sebanyak 110 orang.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, di antaranya rombongan Kementerian Kesehatan, Ketua DPRD Dumai, jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, Kepala BPJS Kesehatan, para dokter, perawat, serta tamu undangan.