PEKANBARU, [gaperta.id] – Sebagai upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kompetensi teknis insan pers, Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyelenggarakan workshop fotografi, di Pekanbaru, Riau, Selasa (05/05/2026). Kegiatan bertajuk “Beyond The Frame: Mengabadikan Semangat Ketahanan Energi” menghadirkan jurnalis foto senior dari Dewan Pers, Arbain Rambey, diikuti 31 wartawan yang berasal dari berbagai daerah operasi PHR, meliputi Zona Rokan, Zona 1, dan Zona 4.
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis PHR dalam mendukung peningkatan kapasitas wartawan, tidak hanya untuk menghasilkan karya visual yang estetis dan informatif, tetapi juga untuk memastikan setiap proses peliputan di lapangan tetap mengedepankan standar keselamatan kerja yang ketat,” kata Manager Land Operation Zona Rokan, Wan Dedi Yudishtira.
Bagi PHR, sinergi bersama insan pers merupakan kunci utama dalam menjaga transparansi dan kualitas informasi publik, khususnya terkait industri hulu migas di Wilayah Kerja Regional I Sumatra.
Di era digital saat ini, kekuatan visual terutama fotografi jurnalistik memiliki peran yang semakin strategis dalam menyampaikan pesan secara cepat, akurat, dan menyentuh emosi publik.
“Melalui satu frame foto, sebuah cerita besar dapat disampaikan, tentang kompleksitas operasional hulu migas, tentang dedikasi para perwira PHR di lapangan, serta tentang kontribusi nyata perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional,” kata Wan Dedi.
Workshop Fotografi dirancang sangat komprehensif sekaligus menjadi ruang pengembangan bakat dan kreativitas visual bagi wartawan. Dalam kesempatan ini, disampaikan juga pemahaman teknis mengenai prosedur keselamatan kerja (Health, Safety, and Environment) saat pengambilan dokumentasi di area operasional migas yang memiliki risiko tinggi.
“Melalui kegiatan ini hendaknya dapat memperkuat silaturahmi dan komunikasi PHR dan media sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi publik.,” ujarnya.
Arbain Rambey membagikan pengalamannya selama puluhan tahun di dunia fotografi jurnalistik. Ia menekankan bahwa seorang fotografer harus mampu menangkap momen yang tidak hanya benar secara teknis sesuai filosofi dasar jurnalisme foto, tetapi juga memiliki jiwa dan memiliki alur cerita yang kuat dalam esai foto.
“Esai foto perlu tampil indah dan menarik, tak cukup sekadar bisa menerangkan tentang sesuatu,” kata Arbain.
PHR berharap, melalui kegiatan ini akan lahir karya-karya visual yang edukatif, dan mampu menginspirasi masyarakat luas. Dengan kompetensi yang meningkat, diharapkan pesan mengenai semangat kerja, budaya keselamatan, dan komitmen PHR dalam menjaga energi negeri dapat tersampaikan secara lebih efektif kepada publik.














