Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Regional

Bronjong OPLAH di Kerinci Jadi Sorotan, Warga Minta Pemeriksaan Teknis Sebelum Musim Hujan

Avatar photo
337
×

Bronjong OPLAH di Kerinci Jadi Sorotan, Warga Minta Pemeriksaan Teknis Sebelum Musim Hujan

Sebarkan artikel ini

KERINCI, [Gaperta.id] — Pekerjaan Kegiatan Optimasi Lahan Non Rawa (OPLAH) Tahun Anggaran 2026 di Desa Sungai Batu Gantih, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, menjadi perhatian masyarakat. Pemasangan konstruksi bronjong di kawasan aliran sungai tersebut dipertanyakan dari sisi metode pelaksanaan dan ketahanannya ketika debit air meningkat.

Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut dilaksanakan Poktan Hidup Sejahtera, bersumber dari APBN 2026 Satker BPLIP Kelas I Palembang, dengan nilai kegiatan Rp123.330.000.

Pantauan tim media di lokasi pada Kamis (17/9/2026) memperlihatkan sejumlah konstruksi bronjong berisi batu telah terpasang pada bagian aliran sungai. Dari pengamatan visual, bagian dasar konstruksi tidak seluruhnya dapat terlihat sehingga menimbulkan pertanyaan masyarakat mengenai kedalaman fondasi, sistem penguatan dasar, serta metode pemasangan yang digunakan.

Namun demikian, apakah pekerjaan tersebut telah atau belum memenuhi spesifikasi teknis tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan kondisi yang terlihat dari permukaan. Untuk memastikannya diperlukan penjelasan pelaksana, dokumen teknis pekerjaan, serta pemeriksaan dari instansi yang berwenang.

Jangan Lewatkan :  Miris...! Pengadilan Negeri Batam Tolak Permintaan Penghuni Tunda Pengosongan Rumah Karena Anak Sedang Tidur

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lokasi pekerjaan berada tidak jauh dari permukiman warga. Masyarakat khawatir peningkatan debit air ketika hujan deras dapat memberikan tekanan lebih besar terhadap konstruksi maupun mengubah pola aliran air di sekitar kawasan tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai berharap pekerjaan tersebut benar-benar memperhitungkan karakter aliran sungai saat debit air meningkat.

> “Masyarakat yang tinggal di pinggir sungai merasa khawatir karena kalau musim hujan debit air bisa sangat besar. Kami berharap pekerjaan ini benar-benar diperhitungkan agar tidak menimbulkan persoalan bagi rumah warga,” ujarnya.

Menurut sumber tersebut, program OPLAH yang dimaksudkan mendukung pengelolaan dan pengairan lahan pertanian seharusnya dibangun dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta potensi banjir.

Jangan Lewatkan :  Pemkab Rohil dan Pelaku Usaha Bersinergi: Donasi JKN Melalui TJSL Wujudkan Ekosistem Iuran JKN yang kuat dan Berkelanjutan

Ia juga mempertanyakan konstruksi bagian dasar bronjong yang, menurut pengamatannya, tidak terlihat memiliki galian cukup dalam.

> “Kalau memang secara teknis harus ada penguatan atau galian lebih dalam, kami berharap itu benar-benar dilaksanakan. Yang terpenting konstruksi ini aman dan tidak menimbulkan persoalan ketika air besar,” katanya.

Perlu Penjelasan Teknis

Temuan tersebut perlu mendapat penjelasan dari Poktan Hidup Sejahtera selaku pelaksana kegiatan maupun pihak teknis yang bertanggung jawab terhadap program tersebut.

Sejumlah hal yang perlu diklarifikasi antara lain spesifikasi konstruksi bronjong, kedalaman pemasangan, pekerjaan fondasi atau galian dasar, desain teknis, hingga mekanisme pengawasan pekerjaan.

Penjelasan tersebut penting agar masyarakat memperoleh kepastian bahwa pekerjaan yang menggunakan anggaran negara sebesar Rp123,33 juta itu dilaksanakan sesuai perencanaan dan ketentuan teknis yang berlaku.

Selain itu, keberadaan permukiman di sekitar lokasi membuat aspek keselamatan dan kemampuan konstruksi menghadapi peningkatan debit air menjadi hal yang perlu diperhatikan secara serius.

Jangan Lewatkan :  HNSI KOTA MEDAN DAN RELAWAN WAK YOUNG RESPEK BANTU KORBAN KEBAKARAN DI KELURAHAN BAGAN DELI

Warga Minta Evaluasi Sebelum Debit Air Meningkat

Masyarakat berharap pemerintah dan instansi teknis terkait melakukan pengecekan langsung terhadap pekerjaan tersebut sebelum memasuki periode hujan dengan intensitas tinggi.

Evaluasi dini dinilai penting agar apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan, perbaikan dapat dilakukan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

Program pembangunan yang menggunakan anggaran negara, menurut warga, tidak hanya perlu diselesaikan secara administratif dan fisik, tetapi juga harus memberikan manfaat, memiliki kualitas konstruksi yang memadai, serta menjamin keamanan masyarakat di sekitar lokasi.

Hingga berita ini disusun, Gaperta.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Poktan Hidup Sejahtera serta pihak teknis terkait mengenai spesifikasi, metode pemasangan bronjong dan pengawasan pekerjaan OPLAH tersebut.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait agar pemberitaan mengenai pekerjaan OPLAH di Desa Sungai Batu Gantih tersaji secara berimbang.