Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Nasional

PPN RU II Dumai Beri Pelatihan Pengolahan Sorgum, Dorong Inovasi Produk Baru dan Perluas Jangkauan Pasar

Avatar photo
46
×

PPN RU II Dumai Beri Pelatihan Pengolahan Sorgum, Dorong Inovasi Produk Baru dan Perluas Jangkauan Pasar

Sebarkan artikel ini

DUMAI, [Gaperta.id] – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (PPN RU) II Dumai terus mendorong penguatan kapasitas kelompok mitra binaannya melalui program Community Involvement & Development (CID) yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satunya adalah Kelompok Wirani Rejosari yang ada di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur yang berbatasan langsung dengan Kilang Dumai.

Beranggotakan 10 orang Ibu Rumah Tangga, kelompok yang lahir pada tahun 2025 ini kini bertransformasi menjadi salah satu pelaku UMKM baru di Kota Dumai. Kelompok emak-emak ini menjual beragaman olahan pangan dan camilan sehat dari Sorgum, Ikan Patin, dan Sayur Hidroponik dengan nama ‘JELITA’. Kehadirannya tidak hanya menjadi ruang untuk mendukung peningkatan kapasitas perempuan, tetapi juga ikut mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat rentan melalui penyediaan pangan bergizi bagi balita, ibu hamil, serta pendampingan kesehatan lansia.

Sebagai bentuk upaya penguatan kapasitas kelompok sekaligus meningkatkan peluang jejaring usaha, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai memberikan Pelatihan Cake and Cookies Berbahan Dasar Tepung Sorgum Program Sejahtera Ekonomi Rakyat melalui Makanan Bergizi Inovatif (SERAMBI). Berkolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Dumai, pelatihan tersebut dilaksanakan selama dua hari pada 3-4 Oktober 2026 ini bertujuan untuk mendorong kelompok dapat mengembangkan resep-resep baru inovasi olahan sorgum yang kaya nutrisi, sehat, serta memiliki nilai jual lebih tinggi di pasaran.

Jangan Lewatkan :  Pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu, Dinas Ketapang dan Pertanian Bentuk UPT Agro Eduwisata

Reski Agustia Retnowati, Bendahara Kelompok Wirani mengakui bahwa, dengan adanya pelatihan tersebut, mereka yakin dapat lebih mengembangkan produk dan mendapatkan ide-ide baru yang selama ini mungkin belum diketahui sebelumnya.

“Selama ini kami sudah membuat beberapa produk, seperti cookies sorgum original, cokelat, matcha, red velvet, kemudian brownies bakar dan yang kering. Dari situ kami ingin mengembangkan lagi, apa saja yang bisa kami buat dari olahan sorgum itu sendiri. Dengan adanya pelatihan ini, kami bisa lebih mengembangkan dan membuat produk dari tepung sorgum menjadi lebih variatif. Terutama untuk sorgum ini sendiri memiliki manfaat untuk kesehatan,” ujar Retno.

Jangan Lewatkan :  RS Awal Bros Dumai Layani Pasien BPJS Kesehatan, Kadis Kesehatan dr Syaiful: Ayo Masyarakat Berobat!!

Ia menyebutkan bahwa, dari pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut memang masih fokus pada pembuatan cake and cookies saja. Disamping itu juga terdapat satu produk yang menggunakan pakcoy, tetapi tetap dibuat dalam bentuk yang bisa dikategorikan sebagai cake atau cookies, seperti kue pie. Retno juga mengapresiasi atas pelatihan yang diberikan oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai.

“Kami sangat berterima kasih kepada PPN RU II Dumai karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk terus belajar dan mengembangkan bahan sorgum itu sendiri,” kata Retno.

Sejak Kelompok Wirani memulai bisnisnya pada 2025, lebih dari 1000 produk berhasil terjual. Terakhir, mereka ikut melenggang bersama UMKM mitra binaan Pertamina lainnya di Pertamina Expo Pekanbaru yang berlansung pada 25-27 September 2026 di Living Mall Pekanbaru.

Jangan Lewatkan :  Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Kerjasama Dunia Industri SMK Swasta Pemda Rantauprapat Adakan MOU Pendidikan Dengan PT. Alfa Scorpii Medan

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT PPN RU II Dumai, Tengku Muhammad Rum mengatakan dukungan yang terus digulirkan bagi kelompok masyarakat binaan program CID Kilang Dumai merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional kilang melalui kegiatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kami melihat potensi Ibu-ibu Wirani Rejosari ini sangat potensial akan menjadi UMKM yang berdaya saing di Dumai. Karena itu kami terus memberikan dukungan yang relevan dengan kebutuhan mereka. Selain pendampingan dan sarana prasarana, Kami juga men challenge ibu-ibu ini agar bagaimana mereka bisa terus semangat meningkatkan kualitas mutu produk sekaligus menghadirkan inovasi produk yang baru, dengan harapan kedepannya jangkauan pasar semakin luas,” pungkas Muhammad Rum.

Penulis: Efendy Sitompul