Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Regional

Dari Persatuan Pengurus hingga Kesejahteraan Jemaah, Mubes I UBKM Medan Utara Bawa Harapan Baru bagi Kemakmuran Masjid

Avatar photo
32
×

Dari Persatuan Pengurus hingga Kesejahteraan Jemaah, Mubes I UBKM Medan Utara Bawa Harapan Baru bagi Kemakmuran Masjid

Sebarkan artikel ini

BELAWAN, [Gaperta.id] — Membangun masjid merupakan sebuah amal mulia. Namun, menjaga kemakmurannya, merawat persaudaraan di antara jemaah, serta menjadikan rumah ibadah sebagai pusat kemaslahatan umat merupakan tanggung jawab yang tidak kalah penting.

Semangat inilah yang mengemuka dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-I Ukhuwah Badan Kenaziran Masjid Medan Utara (UBKM MU) yang diselenggarakan di Aula KBIHU Al Mukhlisin, Belawan, Kota Medan, Sabtu (3/10/2026).

Pertemuan tersebut bukan sekadar menjadi agenda organisasi untuk membahas kepengurusan. Lebih jauh, Mubes menjadi ruang mempertemukan pemikiran, mempererat silaturahmi, sekaligus merumuskan arah perjuangan bersama agar keberadaan masjid memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Mengangkat tema “Transformasi UBKM: Ukhuwah Bersatu, Berdaya, dan Bersinergi Mewujudkan Kesejahteraan Masjid Kota Medan”, kegiatan ini membawa pesan bahwa kekuatan umat tidak hanya terletak pada banyaknya rumah ibadah, melainkan juga pada persatuan, kepedulian, serta kemampuan pengurus dalam memakmurkan masjid.

Menyatukan Langkah, Memperkuat Persaudaraan

Pelaksanaan Mubes ke-I UBKM MU mempertemukan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus Badan Kenaziran Masjid (BKM), tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintahan dan aparat keamanan.

Sejumlah tokoh yang menghadiri kegiatan tersebut di antaranya Penasehat UBKM MU Dt. H. Irfan Hamidi, Dr. H. Musa Rajekshah, S.Sos., M.Hum., serta perwakilan Wali Kota Medan melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Agus.

Hadir pula unsur Forkopimca Medan Belawan, perwakilan TNI-Polri, Ketua MUI Kota Medan Ustaz H. Zulfikar Hajar, para alim ulama, ketua BKM, tokoh masyarakat, pemuda, serta ratusan undangan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pembicaraan mengenai kemakmuran masjid tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus rumah ibadah.

Diperlukan kebersamaan dan sinergi agar program-program kemasjidan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

Terlebih di kawasan Medan Utara yang memiliki beragam kehidupan sosial masyarakat, keberadaan masjid diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan dalam membangun persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.

Jangan Lewatkan :  Anak Jantan Batino Tigo Luhah Tanah Sekudung Balahak (Arak arakan) Menuju Lokasi Kampanye Akbar

Irfan Hamidi: Kepengurusan Boleh Berganti, Semangat Pengabdian Harus Berlanjut

Dalam sambutannya, Penasehat UBKM MU, Dt. H. Irfan Hamidi, menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang telah memberikan kontribusi bagi perjalanan organisasi.

Menurutnya, setiap pengabdian yang telah dilakukan merupakan bagian dari fondasi untuk membangun organisasi yang semakin kuat.

Pergantian kepengurusan hendaknya tidak dimaknai sebagai berakhirnya tanggung jawab bersama, melainkan sebagai kesempatan untuk melanjutkan dan menyempurnakan berbagai program yang telah dirintis.

“Mubes ini menjadi momentum penting untuk melanjutkan estafet kepengurusan sekaligus memperkuat persatuan pengurus BKM dalam membangun kemaslahatan umat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberadaan UBKM MU memiliki arti strategis sebagai wadah berhimpunnya para pengurus masjid.

Melalui kebersamaan tersebut, pengurus BKM diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat.

Persatuan, komunikasi, dan kesamaan visi menjadi modal penting agar setiap program yang dirancang dapat memberikan manfaat yang lebih besar.

“UBKM ini menjadi ruang berhimpun seluruh pengurus BKM agar bisa bersatu dalam visi besar: bagaimana masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kesejahteraan umat,” tambahnya.

Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah organisasi kemasjidan tidak cukup diukur dari terselenggaranya berbagai pertemuan.

Lebih dari itu, keberhasilan harus tercermin melalui tindakan nyata, penguatan pelayanan kepada jemaah, serta tumbuhnya kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Musa Rajekshah: Masjid Harus Dibangun, Dijaga, dan Dimakmurkan

Sementara itu, Dr. H. Musa Rajekshah memberikan penekanan terhadap pentingnya mengubah cara pandang dalam mengelola masjid.

Menurutnya, pembangunan rumah ibadah tidak boleh berhenti hanya pada penyelesaian bangunan fisik.

Masjid yang telah dibangun membutuhkan pengelolaan, perawatan, dan kegiatan yang mampu menghadirkan manfaat bagi kehidupan jemaah.

“Masjid yang sudah dibangun harus dijaga, dimakmurkan, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi umat. Semangat ini harus terus dijaga tanpa henti,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam pelaksanaan Mubes.

Jangan Lewatkan :  Lasarus Pimpinan Komisi V DPR-RI, Sanen Optimis Perbaikan Infrastruktur Kalbar Dilanjutkan.

Sebab, kemegahan sebuah bangunan belum tentu mencerminkan kemakmuran kehidupan umat di sekitarnya.

Masjid yang makmur bukan hanya masjid yang ramai pada waktu salat, tetapi juga rumah ibadah yang mampu membangun persaudaraan, memberikan pendidikan keagamaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Dalam konteks inilah, keberadaan para pengurus BKM memiliki peran yang sangat penting.

Mereka tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan fasilitas masjid, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penggerak berbagai kegiatan keumatan.

Melalui organisasi yang terarah, potensi masjid dapat dikembangkan untuk memperkuat pendidikan keagamaan, kegiatan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing lingkungan.

Namun, semua harapan tersebut membutuhkan kesungguhan pengurus, perencanaan program yang matang, dan dukungan jemaah.

Tanpa kerja sama, gagasan besar mengenai kesejahteraan umat berisiko berhenti sebatas wacana.

Musyawarah Menjadi Ruang Evaluasi dan Menentukan Arah Organisasi

Setelah rangkaian sambutan dan arahan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda musyawarah organisasi.

Sidang paripurna menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Mubes, diawali dengan pembentukan pimpinan sidang untuk memandu jalannya pembahasan.

Agenda kemudian berlanjut pada penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan sebelumnya serta pembahasan program kerja organisasi.

Melalui forum tersebut, perjalanan UBKM MU selama masa kepengurusan sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah organisasi selanjutnya.

Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperkuat komitmen terhadap pengelolaan organisasi yang lebih baik.

Dalam sebuah organisasi keumatan, musyawarah mempunyai kedudukan penting karena keputusan yang dihasilkan diharapkan lahir dari pertimbangan bersama.

Perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang wajar. Namun, semangat persaudaraan harus tetap menjadi landasan agar setiap keputusan dapat diterima dengan penuh tanggung jawab.

Sebab, tujuan utama organisasi kemasjidan bukanlah mengejar kedudukan, melainkan memperluas kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat.

Dari Rumah Ibadah Menuju Pusat Kemaslahatan Umat

Pelaksanaan Mubes ke-I UBKM MU juga menghadirkan harapan agar hubungan antarpengurus BKM di kawasan Medan Utara semakin erat.

Jangan Lewatkan :  Perkuat Sinergi, Pertamina Hulu Rokan Pacu Budaya Keselamatan dan Profesionalisme Kontraktor di Forum Komunikasi 2026

Persatuan antarpengurus masjid diharapkan dapat membuka peluang lahirnya berbagai kerja sama yang bermanfaat.

Mulai dari penguatan pendidikan agama bagi generasi muda, peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah, hingga kegiatan sosial yang membantu masyarakat dalam menghadapi kesulitan kehidupan.

Pengembangan kegiatan ekonomi berbasis komunitas masjid juga dapat menjadi salah satu gagasan yang dipertimbangkan dalam penyusunan program organisasi.

Tentunya, seluruh langkah tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan masing-masing BKM.

Masjid memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan umat Islam.

Selain menjadi tempat mendekatkan diri kepada Allah SWT, masjid juga merupakan ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kepedulian, serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan.

Karena itu, keberadaan organisasi yang mempertemukan para pengurus BKM diharapkan mampu memperkuat peran sosial masjid tanpa mengesampingkan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.

Kemakmuran Masjid Adalah Tanggung Jawab Bersama

Mubes ke-I UBKM Medan Utara menjadi momentum untuk kembali mengingatkan bahwa tanggung jawab memakmurkan masjid tidak dapat dibebankan kepada pengurus semata.

Dukungan para jemaah, tokoh masyarakat, generasi muda, dan berbagai pihak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut.

Kebersamaan akan melahirkan kekuatan, sedangkan persaudaraan yang dijaga dengan baik akan memberikan ruang bagi tumbuhnya berbagai amal kebajikan.

Pelaksanaan musyawarah ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat tata kelola organisasi, membangun sinergi antarpengurus BKM, serta melahirkan program-program yang memiliki manfaat nyata bagi umat.

Pada akhirnya, ada pesan mendalam yang dapat dipetik dari pertemuan tersebut.

Masjid yang megah merupakan kebanggaan, tetapi masjid yang makmur dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat adalah sebuah keberkahan.

Sebab, kemuliaan pengabdian kepada rumah Allah tidak hanya terletak pada seberapa besar bangunan yang didirikan, tetapi juga seberapa besar kepedulian yang tumbuh dari dalamnya.

Dengan semangat ukhuwah Islamiyah, UBKM Medan Utara diharapkan mampu menjadikan persatuan sebagai kekuatan, musyawarah sebagai jalan penyelesaian, dan pengabdian kepada umat sebagai tujuan bersama.

Penulis: Bambang Hermanto