Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Regional

Perkuat SDM dan Efisiensi Operasional, BNCT Tanamkan Continuous Improvement Lewat Lean Training 2026

Avatar photo
63
×

Perkuat SDM dan Efisiensi Operasional, BNCT Tanamkan Continuous Improvement Lewat Lean Training 2026

Sebarkan artikel ini

MEDAN, [Gaperta.id] — Perubahan besar dalam sebuah perusahaan tidak selalu dimulai dari investasi teknologi atau penambahan fasilitas. Sering kali, perubahan justru berawal dari cara orang-orang di dalam organisasi melihat persoalan, membaca proses kerja dan berani memperbaiki hal-hal kecil yang selama ini dianggap biasa.

Pemikiran itulah yang dibangun PT Belawan New Container Terminal (BNCT) melalui penyelenggaraan BNCT Lean Training 2026: Driving Continuous Improvement and Operational Excellence, yang berlangsung pada 14, 15 dan 17 September 2026 di lingkungan operasional BNCT, Belawan, Medan.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam memperkuat kapabilitas sumber daya manusia sekaligus menanamkan budaya continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan di seluruh lini kerja.

Tidak hanya ditujukan untuk memahami teori, program ini mempertemukan para lead serta perwakilan pegawai dari berbagai departemen dalam satu ruang pembelajaran bersama.

Keterlibatan lintas fungsi dinilai penting karena operasional terminal petikemas merupakan rangkaian kerja yang saling terhubung.

Apa yang terjadi pada satu bagian dapat memberikan dampak pada bagian lainnya.
Karena itu, efisiensi tidak cukup hanya menjadi tanggung jawab satu unit kerja, melainkan harus tumbuh menjadi kesadaran bersama.

Jangan Lewatkan :  Polsek Kembayan Gelar Aksi Sosial Pembagian Takjil di Bulan Ramadhan

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai prinsip-prinsip Lean, termasuk bagaimana mengenali aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah atau waste, menelusuri akar persoalan secara sistematis, menyusun solusi yang lebih efektif serta membangun standardisasi proses kerja.

Pendekatan yang digunakan juga dibuat interaktif dan kolaboratif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi didorong untuk melihat kembali proses kerja sehari-hari dengan perspektif yang lebih kritis.

Dari proses tersebut, setiap persoalan diharapkan tidak berhenti sebagai keluhan atau hambatan operasional, tetapi dapat diurai, dianalisis dan diterjemahkan menjadi peluang perbaikan.
Bagi BNCT, pola pikir semacam itu menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi pelayanan dan daya saing terminal petikemas.

Corporate Secretary BNCT, Rizki Affandi Nasution, mengatakan Lean bukan hanya seperangkat metode untuk mengejar efisiensi, tetapi cara berpikir yang harus hidup dalam keseharian organisasi.

“Lean bukan sekadar metode untuk meningkatkan efisiensi, melainkan sebuah pola pikir yang mendorong kita untuk terus melakukan perbaikan. Melalui keikutsertaan perwakilan dari seluruh departemen dalam Lean Training 2026 ini, BNCT ingin membangun persepsi dan komitmen yang sama dalam mengoptimalkan kinerja operasional,” ujar Rizki.

Jangan Lewatkan :  Pemprov Riau Serah Data Tunggak Pajak Kendaraan, Dumai Rp28 M

Menurutnya, keberhasilan pelatihan tidak semata-mata diukur dari tersampaikannya materi, tetapi dari sejauh mana gagasan yang diperoleh peserta dapat diterapkan kembali di lingkungan kerja masing-masing.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap gagasan perbaikan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi diimplementasikan secara nyata dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari demi menghadirkan layanan terminal petikemas yang makin efektif, efisien, dan berdaya saing tinggi,” lanjutnya.

Semangat tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan sumber daya manusia tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan individual.

Lebih jauh, perusahaan berupaya menciptakan kesamaan cara pandang dalam menghadapi persoalan operasional—mulai dari bagaimana sebuah hambatan diidentifikasi, bagaimana akar masalah ditemukan, hingga bagaimana solusi disusun bersama.

Kolaborasi lintas departemen menjadi salah satu unsur penting dalam proses tersebut.

Melalui diskusi dan pertukaran pengalaman, peserta dapat melihat suatu persoalan tidak hanya dari sudut pandang unit kerjanya sendiri, tetapi juga memahami keterkaitannya dengan proses di bagian lain.

Dalam aktivitas terminal petikemas yang memiliki tingkat koordinasi tinggi, kesamaan pemahaman seperti ini menjadi penting untuk mendukung kelancaran pekerjaan.

Setiap tahapan yang dapat dibuat lebih sederhana, setiap proses yang dapat distandardisasi, serta setiap pemborosan waktu maupun sumber daya yang dapat ditekan pada akhirnya berpotensi memberikan kontribusi terhadap efektivitas operasional secara keseluruhan.

Jangan Lewatkan :  Komisi III DPRD Dumai Soroti Dugaan Pelanggaran Izin PT SDS, Warga Lubuk Gaung Desak Aktivitas Dihentikan

Karena itulah BNCT menempatkan Lean Training sebagai bagian dari proses jangka panjang, bukan kegiatan yang berdiri sendiri.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya lingkungan kerja yang produktif, adaptif, terukur dan terbuka terhadap evaluasi.

Di dalam budaya perbaikan berkelanjutan, tidak ada proses yang dianggap terlalu kecil untuk diperbaiki.

Sebuah perubahan sederhana dalam prosedur kerja, apabila dilakukan secara konsisten dan diterapkan bersama, dapat memberikan dampak yang jauh lebih besar terhadap kualitas operasional perusahaan.

Melalui BNCT Lean Training 2026, perusahaan menegaskan bahwa perjalanan menuju operational excellence bukanlah pekerjaan sesaat.
Ia dibangun dari kebiasaan mengevaluasi, keberanian memperbaiki dan konsistensi mempertahankan standar yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Dari ruang pelatihan tersebut, BNCT berharap lahir bukan hanya pegawai yang memahami konsep Lean, tetapi juga insan perusahaan yang mampu membawa semangat perbaikan itu ke dalam pekerjaan sehari-hari.