Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Hukum

Proyek Rp1,3 Miliar TK Negeri Pembina Bangko Disorot, Sejumlah Bagian Konstruksi Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Avatar photo
59
×

Proyek Rp1,3 Miliar TK Negeri Pembina Bangko Disorot, Sejumlah Bagian Konstruksi Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Sebarkan artikel ini

MERANGIN, [Gaperta.id] — Pembangunan ruang kelas baru di TK Negeri Pembina Terpadu, Pasar Atas Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, menjadi sorotan setelah sejumlah bagian pekerjaan konstruksi diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang semestinya.

Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp1,3 miliar tersebut diketahui mulai dikerjakan pada Agustus 2026 dengan masa pelaksanaan selama 120 hari.

Berdasarkan penelusuran awak media di lokasi, sejumlah bagian konstruksi menjadi perhatian, terutama pekerjaan pondasi, struktur penguat dinding, hingga pemasangan pasangan bata.

Pada bagian pondasi, terdapat dugaan bahwa kedalaman pengerjaan pada beberapa titik tidak mencapai sekitar satu meter sebagaimana informasi teknis yang diperoleh awak media. Namun, ukuran tersebut masih perlu dikonfirmasi dengan dokumen perencanaan, gambar kerja, serta spesifikasi teknis proyek untuk memastikan kesesuaiannya.

Jangan Lewatkan :  Buron 5 Bulan, Pelaku Pemanahan Terhadap Warga Ditembak Polsek Belawan Karena Melawan

Selain itu, pada sejumlah bagian bangunan terlihat struktur penguat berupa kolom praktis dan balok yang tidak tampak terpasang secara merata. Di beberapa titik struktur tersebut terlihat tersedia, sementara pada bagian lain pasangan bata disebut langsung dikerjakan di atas kusen.

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan mengenai apakah pelaksanaan pekerjaan telah sepenuhnya mengikuti gambar teknis dan rencana konstruksi yang menjadi bagian dari kontrak pekerjaan.

Awak media juga memperoleh informasi bahwa sejumlah pekerjaan pengecoran dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Pelaksanaan pekerjaan di luar jam belajar pada dasarnya dapat dilakukan untuk mengurangi gangguan terhadap aktivitas sekolah. Namun demikian, kualitas dan volume pekerjaan tetap perlu dipastikan melalui pengawasan teknis sesuai ketentuan.

Jangan Lewatkan :  Pj Bupati Kerinci Diminta Copot Jabatan Kepala Bidang Bina Marga "vidra" Karna Diduga Terlalu Banyak Persekongkolan Jahat Dengan Pihak Kontraktor

Sorotan lainnya menyangkut fungsi pengawasan. Berdasarkan pengamatan dan keterangan yang diperoleh di lapangan, keberadaan konsultan pengawas disebut tidak selalu terlihat selama proses pekerjaan berlangsung. Informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi langsung dari pihak konsultan maupun pejabat terkait.

Untuk memperoleh penjelasan berimbang, awak media telah melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah.

Erlina, saat memberikan tanggapan, menyampaikan apresiasi atas pengawasan terhadap proses pembangunan tersebut.

“Assalamualaikum Pak. Terlebih dahulu kami mengucapkan mohon maaf dan berterima kasih atas pengawasannya. Lebih dan kurangnya kami mohon maaf dan kami masih membutuhkan partisipasi serta pengawasan dalam proses pembangunan ini,” ujar Erlina.

Namun, ketika kembali dimintai penjelasan mengenai hasil pengecekan bersama pihak pelaksana proyek serta beberapa bagian konstruksi yang menjadi sorotan, hingga berita ini diterbitkan belum diperoleh keterangan lanjutan.

Jangan Lewatkan :  SMAN Binsus Dumai Diberitakan Dugaan Pungut Biaya Perpisahan Rp300 Ribu per Siswa, Ini Hak Jawab Sekolah

Redaksi juga masih berupaya mendapatkan klarifikasi dari pelaksana pekerjaan, konsultan pengawas, pejabat pembuat komitmen maupun instansi teknis yang membidangi proyek tersebut, termasuk meminta informasi mengenai gambar kerja, spesifikasi teknis dan volume pekerjaan.

Klarifikasi tersebut dinilai penting agar dapat diketahui secara objektif apakah pekerjaan yang tengah berlangsung telah dilaksanakan sesuai kontrak dan standar teknis atau masih terdapat bagian yang perlu diperbaiki.

Gaperta.id akan memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak terkait sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.