Scroll Untuk Membaca Artikel
banner 468x60
banner 468x60
Regional

Warga Tak Mundur, BPR Bertahan hingga Malam Desak PT SAS Hentikan Aktivitas

Avatar photo
106
×

Warga Tak Mundur, BPR Bertahan hingga Malam Desak PT SAS Hentikan Aktivitas

Sebarkan artikel ini

JAMBI, [Gaperta.id] — Aksi damai yang digelar Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) di depan PT Sinar Anugrah Sukses (PT SAS) berlanjut hingga malam hari. Massa memilih tetap bertahan setelah mengaku belum mendapat kesempatan bertemu dan berdialog langsung dengan pihak manajemen perusahaan, Kamis (20/08/2026).

Dalam aksi tersebut, BPR mendesak PT SAS menghentikan seluruh aktivitas di kawasan yang disebut menjadi objek status quo, sebagaimana kesepakatan dalam pertemuan yang difasilitasi Pemerintah Kota Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi pada 16 September 2025.

BPR mempertanyakan sejumlah aktivitas yang diduga masih berlangsung di kawasan tersebut. Aktivitas yang disoroti antara lain pembangunan pagar, penanaman di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta pemasangan fasilitas di sekitar area Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Jangan Lewatkan :  KJRI-KUCHING Melakukan Pendampingan Pemulangan Seorang Warga Indonesia, Korban TPPO di Serawak

Menurut BPR, berbagai aktivitas tersebut perlu mendapat penjelasan secara terbuka, terutama karena kawasan dimaksud disebut masih berada dalam status quo.

Namun hingga aksi berlangsung pada malam hari, massa mengaku belum mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan pihak manajemen PT SAS.

Ketua Harian BPR, Erpen Surisno, menegaskan bahwa kedatangan warga bertujuan menyampaikan aspirasi sekaligus meminta penjelasan langsung dari perusahaan.

«“Kami datang untuk berdialog dan menyampaikan tuntutan warga. Kami meminta pihak PT SAS menemui warga dan memberikan penjelasan terkait aktivitas yang masih berlangsung di kawasan status quo,” ujar Erpen.»

Erpen mengatakan, belum adanya pertemuan dengan pihak perusahaan membuat warga kecewa. Massa kemudian memilih tetap berada di lokasi sambil menunggu adanya ruang dialog.

Jangan Lewatkan :  Pekerjaan Jalan Rabat Beton Dusun Parit 1 Desa Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam Baru Selesai Dikerjakan Sudah Mengalami Kerusakan.!

BPR menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara damai. Mereka meminta PT SAS menghentikan aktivitas di kawasan yang dipersoalkan selama status quo masih berlaku.

Selain kepada perusahaan, BPR juga meminta Pemerintah Kota Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi ikut memastikan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya benar-benar dijalankan dan dipatuhi seluruh pihak.

Jangan Lewatkan :  Jeritan Warga Mensubang: Hak Tanah Dirampas, Kebun Karet di Hancurkan PT.SMS

BPR berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk mencegah munculnya gesekan di lapangan sekaligus mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog.

Hingga malam hari, massa BPR masih bertahan di lokasi sambil menunggu respons dan kesediaan pihak PT SAS untuk menemui perwakilan warga.

Sampai berita ini disusun, belum terdapat keterangan atau tanggapan pihak PT SAS dalam bahan informasi yang diterima redaksi terkait tuntutan maupun pernyataan BPR tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak PT SAS.